My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Kemenko PMK Dorong Wirausahawan Sosial Bantu dan Sejahterakan Masyarakat
7 Des 2018

Kemenko PMK Dorong Wirausahawan Sosial Bantu dan Sejahterakan Masyarakat
Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK Alfredo Sani menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi generasi muda Indonesia.

JAKARTA - Di IBEKA Farmhouse, Subang, Jawa Barat berlangsung pelatihan "Wirausaha Sosial Muda Indonesia" selama sepuluh hari dan berakhir Kamis (6/12).

Kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) ini bertujuan untuk mendorong generasi muda agar semakin mandiri dan memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi wirausahawan sosial.

Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK Alfredo Sani menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi generasi muda Indonesia, khususnya untuk menyongsong bonus demografi.

“Kami ingin memberikan berbagai peluang untuk berwirausaha yang dapat melibatkan generasi muda sehingga mampu memberikan dampak bagi masyarakat, terutama masyarakat yang masih memiliki keterbatasan ekonomi.” jelas Alfredo.

Selain pembekalan mengenai konsep bisnis, sosial, dan kewirausahaan, sebanyak 50 datang dari seluruh penjuru nusantara juga diberikan pendidikan mengenai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Diharapkan melalui pelatihan ini, para peserta dapat mengimplementasikan tiga nilai revolusi mental yaitu integritas, etos, kerja, dan gotong royong dalam sektor wirausaha sosial yang sedang dirintis.  

“Nilai integritas diwujudkan dalam bentuk kesadaran para wirausahawan sosial bahwa keuntungan yang diraih sejatinya harus bermanfaat bagi masyarakat,"  papar Alfredo. 

Lebih jauh ia juga menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan tanpa mengenal lelah merupakan implementasi dari semangat etos kerja yang wajib dimiliki oleh para wirausahawan sosial. "Terakhir nilai gotong royong tercermin dari kemitraan yang harus selalu dibangun oleh wirausahawan sosial dengan berbagai pihak sehingga usahanya dapat selalu maju serta bermanfaat juga bagi masyarakat,” tegasnya lagi.

Alfredo berharap berbagai ilmu dan pengalaman yang dipelajari selama sepuluh hari ini dapat membentuk peserta sebagai wirausahawan sosial yang maju, tidak putus asa, disiplin dan memiliki integritas.

“Kami berharap para peserta dapat terinspirasi untuk menjadi wirausahawan sosial yang sukses serta berbagai hal positif yang mereka pelajari di dalam pelatihan ini dapat bermanfaat tidak saja juga bagi lingkungan tempat mereka tinggal” jelasnya. 

Salah satu peserta Muhajiburrahman, yang berwirausaha di bidang pariwisata untuk desanya berpendapat bahwa nilai-nilai GNRM berperan besar dalam membentuk karakter.

“Dari pelatihan ini sangat ditekankan untuk fokus pada integritas kita pada saat bekerja, artinya apabila sudah berjanji harus ditepati. Kemudian dari etos juga kami diberikan semangat untuk dapat bekerja lagi dengan lebih baik. Kami di sini ber-50 orang diajak bekerja sama atau gotong royong untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia” tutur peserta tersebut.

Penutupan sesi pelatihan Wirausaha Sosial ini juga diisi dengan sharing session dan diskusi oleh tokoh inspiratif Ibu Tri Mumpuni, pendiri Ibeka. Dalam penutupan acara juga peserta juga diminta untuk menuliskan dan mempresentasikan rencana aksi yang akan dilakukan pascamengikuti pelatihan.*** 

DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Luncurkan Dua Program Hibah Pemeliharaan Jalan Daerah
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan dua program untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daera...
15 Des 2018
Karantina Pertanian Gandeng TNI-POLRI Awasi Zona Rawan Penyelundupan
RIAU - Pesisir Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Perbatasan merupakan zona rawan pen...
15 Des 2018
Dapat Kunjungan Presiden Jokowi, Plt Gubernur Aceh Ungkap Manfaat Dana Desa di Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Aceh, Jumat (14/12) mendapatkan sambutan meriah dari...
15 Des 2018
Di Aceh, Presiden Jokowi Harap Dana Desa Bermanfaat untuk Gampong
BANDA ACEH - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Jumat (14/12), Presiden Republik Indonesia Joko...
15 Des 2018
Saat Mantan GAM Kagumi Hasil Kerja Presiden Jokowi
BANDA ACEH - Saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Banda Aceh dan Aceh Besar, banyak pejabat kabupa...
15 Des 2018
Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
BANDA ACEH - Saat meresmikan proyek pembangunan proyek pembangunan tol di Aceh, Jumat (14/12/2018), ...
15 Des 2018
Mentan Motivasi Mahasiswa, Kampus Bisa Jadi Penggerak Revolusi Pertanian Modern
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tiada henti memberikan motivasi kepada civ...
15 Des 2018
Pemerintah Salurkan KUR Khusus Pengering Padi
MALANG - Pemerintah memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Us...
15 Des 2018
Menperin Ungkap Target dan Peluang Menuju Masa Keemasan RI Tahun 2045
JAKARTA - Indonesia akan memasuki masa keemasan pada tahun 2045 dengan menjadi negara yang maju dan ...
14 Des 2018
Hadir ke Aceh, Presiden Jokowi Buka Tol Pertama Bumi Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Menjelang sore hari, Jumat (14/12/2018) Presiden Joko Widodo berada di lokasi groundbre...
14 Des 2018