My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Kemenko PMK Dorong Wirausahawan Sosial Bantu dan Sejahterakan Masyarakat
7 Des 2018

Kemenko PMK Dorong Wirausahawan Sosial Bantu dan Sejahterakan Masyarakat
Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK Alfredo Sani menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi generasi muda Indonesia.

JAKARTA - Di IBEKA Farmhouse, Subang, Jawa Barat berlangsung pelatihan "Wirausaha Sosial Muda Indonesia" selama sepuluh hari dan berakhir Kamis (6/12).

Kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) ini bertujuan untuk mendorong generasi muda agar semakin mandiri dan memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi wirausahawan sosial.

Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK Alfredo Sani menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi generasi muda Indonesia, khususnya untuk menyongsong bonus demografi.

“Kami ingin memberikan berbagai peluang untuk berwirausaha yang dapat melibatkan generasi muda sehingga mampu memberikan dampak bagi masyarakat, terutama masyarakat yang masih memiliki keterbatasan ekonomi.” jelas Alfredo.

Selain pembekalan mengenai konsep bisnis, sosial, dan kewirausahaan, sebanyak 50 datang dari seluruh penjuru nusantara juga diberikan pendidikan mengenai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Diharapkan melalui pelatihan ini, para peserta dapat mengimplementasikan tiga nilai revolusi mental yaitu integritas, etos, kerja, dan gotong royong dalam sektor wirausaha sosial yang sedang dirintis.  

“Nilai integritas diwujudkan dalam bentuk kesadaran para wirausahawan sosial bahwa keuntungan yang diraih sejatinya harus bermanfaat bagi masyarakat,"  papar Alfredo. 

Lebih jauh ia juga menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan tanpa mengenal lelah merupakan implementasi dari semangat etos kerja yang wajib dimiliki oleh para wirausahawan sosial. "Terakhir nilai gotong royong tercermin dari kemitraan yang harus selalu dibangun oleh wirausahawan sosial dengan berbagai pihak sehingga usahanya dapat selalu maju serta bermanfaat juga bagi masyarakat,” tegasnya lagi.

Alfredo berharap berbagai ilmu dan pengalaman yang dipelajari selama sepuluh hari ini dapat membentuk peserta sebagai wirausahawan sosial yang maju, tidak putus asa, disiplin dan memiliki integritas.

“Kami berharap para peserta dapat terinspirasi untuk menjadi wirausahawan sosial yang sukses serta berbagai hal positif yang mereka pelajari di dalam pelatihan ini dapat bermanfaat tidak saja juga bagi lingkungan tempat mereka tinggal” jelasnya. 

Salah satu peserta Muhajiburrahman, yang berwirausaha di bidang pariwisata untuk desanya berpendapat bahwa nilai-nilai GNRM berperan besar dalam membentuk karakter.

“Dari pelatihan ini sangat ditekankan untuk fokus pada integritas kita pada saat bekerja, artinya apabila sudah berjanji harus ditepati. Kemudian dari etos juga kami diberikan semangat untuk dapat bekerja lagi dengan lebih baik. Kami di sini ber-50 orang diajak bekerja sama atau gotong royong untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia” tutur peserta tersebut.

Penutupan sesi pelatihan Wirausaha Sosial ini juga diisi dengan sharing session dan diskusi oleh tokoh inspiratif Ibu Tri Mumpuni, pendiri Ibeka. Dalam penutupan acara juga peserta juga diminta untuk menuliskan dan mempresentasikan rencana aksi yang akan dilakukan pascamengikuti pelatihan.*** 

DATA BERITA TERPOPULER
Jalan Teraspal 85 KM di Perbatasan RI-Timor Leste, PUPR Targetkan sampai 131 KM
KUWERA | Jakarta - Pemerintah masih terus melaksanakan pembangunan jalan perbatasan di kawasan terlu...
20 Mei 2019
Hemat Devisa Negara, Green Fuel Jadi Perhatian Serius Pemerintah
KUWERA.ID | Jakarta - Pemerintah memastikan sudah mengambil berbagai langkah untuk menekan defi...
20 Mei 2019
Produk Manufaktur Catat 74,77 Persen dari Total Ekspor RI
KUWERA.ID | Jakarta - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terh...
20 Mei 2019
Usai Studi Kelayakan, LHK Keluarkan Izin 422 Ha untuk Bendungan
KUWERA.ID | Ambon - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah menerbitk...
20 Mei 2019
Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi ...
18 Mei 2019
Garap 98 Proyek Strategis, Pertamina Alokasikan 27,4 Triliun
JAKARTA | KUWERA.ID - PT Pertamina (Persero) sudah mengalokasikan USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,4...
18 Mei 2019
Prioritas Pemerintah, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17 KM di Mandalika
MANDALIKA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)...
18 Mei 2019
Menko Darmin: Pemerintah Sudah Terapkan Strategi Genjot Ekspor
JAKARTA | KUWERA.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jumat (17/5/...
18 Mei 2019
Kembangkan UMKM, Kemenkop Gandeng 3 Perguruan Tinggi
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun ...
17 Mei 2019
Soal Sistem Pengawasan, Kemenkop Siap Belajar dari Bank Dunia dan OJK
JAKARTA | KUWERA.ID - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno mengakui ke...
17 Mei 2019