My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Menteri Darmin Beberkan Cerita di Balik Impor Jagung
8 Nov 2018

Menteri Darmin Beberkan Cerita di Balik Impor Jagung


JAKARTA - Usulan adanya impor jagung dari Kementerian Pertanian dilaporkan telah diajukan pihak Kementerian Pertanian. Pasalnya, Kementan menilai harga jagung untuk pakan ternak yang tinggi membuat usulan ini dinilai sebagai suatu hal yang sangat penting.

Itu juga diakui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat berbicara seputar keputusan pemerintah untuk membuka pintu terhadap impor jagung untuk kebutuhan ternak.

Menurut Menko Darmin, usulan adanya impor jagung memang langsung diajukan Kementan karena persoalan harga jagung untuk pakan ternak yang tinggi. Setidaknya itu, menurut dia, menjadi salah satu alasan disampaikan oleh pihak Kementan.

Terlebih lagi, kenaikan harga jagung ini juga memberikan dampak terhadap harga pakan ternak ayam yang 50% bahan bakunya berasal dari jagung. "Impor jagung itu rapatnya dibuat karena permintaan Menteri Pertanian. Surat usulannya juga Menteri Pertanian. Jangan membelok-belokkan," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Dari usulan tersebut, kata Darmin, langsung dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri BUMN, Dirut Perum Bulog, dan Ketua Satgas Pangan.

Darmin juga membeberkan apa yang dibicarakan dalam Rakortas tersebut. Di sana, menurut dia, diputuskan oleh pemerintah untuk melakukan impor jagung sebanyak 100.000 ton. Di mana yang mengimpor Kementerian Perdagangan dan dilakukan oleh Perum Bulog atas rekomendasi yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian.

"Walaupun mereka bilang produksinya surplus 13 juta ton, harganya naik. harganya naik, banyak yang marah, mau demo segala macem. Kemudian Mentan bilang, minta diimpor deh, berapa? 100 ribu, bikin surat dong, jangan nanti tiba-tiba nggak ngaku," ujar Darmin.

Keputusan untuk impor jagung pun, kata Darmin dikarenakan yang sepenuhnya mengetahui pasokan kurang atau tidaknya hanya Kementerian Pertanian selaku pemilik data produksi dan bertanggung jawab untuk peternakan ayam dan petelur.

Darmin mengaku, dalam Rakortas Pangan beberapa waktu lalu pun sempat ditanyakan alasan utama Kementerian Pertanian mengajukan impor jagung untuk pakan ternak. Padahal, kata Darmin, data produksi jagung Kementan surplus 13 juta ton.

"Mereka yang paling tahu, kalau dia usulkan ini perlu impor, kita juga tanya, katanya surplus? Ya akhirnya kita tanya, jawabannya tapi harganya naik, ini ada surat-surat dari peternak macam-macam, oke kalau begitu (impor)," jelas dia.

Menurut Darmin, keputusan impor jagung dalam Rakortas pun bertolak belakang dengan data jagung yang surplus. Dia pun meminta Kementerian Pertanian agar tidak menyalahkan seperti hal sistem resi gudang yang belum berjalan optimal.

"Tidak ada, jangan nyalahkan yang lain, kalau harga naik itu ada yang kurang, sederhana saja," ujar Darmin. "Kalau surplus itu besar sekali angkanya. 13 juta, tapi buktinya harganya naik terus apa kesimpulannya?"*** (Editor: Zo)

DATA BERITA TERPOPULER
Ekonom Nasional Tony Prasetiantono Meninggal Dunia
JAKARTA - Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya...
17 Jan 2019
Kepala Bappenas Ungkap Tantangan Industri Manufaktur Indonesia
JAKARTA - Tantangan untuk sektor manufaktur Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dan...
17 Jan 2019
Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Isu Cadangan Minyak
Pemerintah melalui Kementerian ESDM angkat bicara mengenai sindiran calon presiden nomor u...
17 Jan 2019
Menko Darmin Jawab Masalah Isu Defisit Perdagangan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan eko...
17 Jan 2019
Menkeu Ungkap Langkah Pemerintah untuk Menekan Impor Migas
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berupay...
17 Jan 2019
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Masih Lampaui 70 Persen, Infrastruktur Paling Memuaskan
JAKARTA - Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cukup ...
17 Jan 2019
Menaker Minta Perusahaan Serius Terapkan Manajemen Keselamatan Kerja
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahany...
17 Jan 2019
Industri Makanan dan Minuman Makin Tumbuh, Kebutuhan Gula Meningkat
JAKARTA - Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor i...
17 Jan 2019
Mendes PDTT Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa Di Forum Techtalk Bali
DENPASAR - Revolusi Industri 4.0 dengan pemanfaatan data, big data dan artifisial intelligence menja...
17 Jan 2019
Wamenkeu Berharap Peran Strategis BPD Lebih Ditingkatkan
JAKARTA - Bank Pemerintah Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Secara umu...
17 Jan 2019