My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
15 Des 2018

Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
"Saya ingat waktu memulai jalan tol di Lampung di Bakauheni, banyak orang yang menyangsikan apakah itu betul-betul serius dan akan selesai," kata Jokowi saat meresmikan pembangunan jalan tol pertama di Aceh ruas Banda Aceh-Sigli.

BANDA ACEH - Saat meresmikan proyek pembangunan proyek pembangunan tol di Aceh, Jumat (14/12/2018), Presiden Joko Widodo sempat bercerita tentang berbagai tantangan dihadapinya dalam menerapkan kebijakan pembangunan infrastruktur.

Hal itu dikemukakannya karena menyimak bahwa itulah yang sempat dialami olehnya saat memutuskan kebijakan terutama dengan gencarnya membangun jalan tol di Sumatera. Ia mengakui, pada awal-awal pembangunan tol di Lampung, banyak yang menunjukkan reaksi skeptis dan pesimistis, dan meragukan proyek pembangunan tersebut bakal selesai dikerjakan. 

"Saya ingat waktu memulai jalan tol di Lampung di Bakauheni, banyak orang yang menyangsikan apakah itu betul-betul serius dan akan selesai," kata Jokowi saat meresmikan pembangunan jalan tol pertama di Aceh ruas Banda Aceh-Sigli di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Jumat (14/12/2018).

Namun ia juga menegaskan, tak terlalu menggubris reaksi negatif sementara kalangan. Meskipun banyak yang meragukan, pembangunan jalan tol tersebut terus dilakukan. Alhasil, kini jalan sepanjang 145 kilometer yang menghubungkan Bakauheni-Tebanggi Besar sudah selesai dan bakal diresmikan akhir Desember nanti. 

Setelah itu selesai, Jokowi bakal menyambung jalan tol dari Bakauheni ke Palembang pada April 2019. Jalan tersebut sepanjang 350 kilometer. 

Jokowi mengakui jika hal itu memang merupakan sesuatu yang tak terbayangkan bagi sebagian orang. "Ini bukan sesuatu yang dulu kita bayangkan bahwa ini betul-betul akan kita sambung," kata Kepala Negara. "Demikian juga Bakauheni sampai titik nol Aceh juga orang akan sangsi. Tapi saya yakini dengan kerja keras semuanya memiliki dorongan yang sama untuk kerjanya jalan tol ini dan saya yakini dari Bakauheni sampai titik nol akan tersambung."

Jokowi menargetkan, Aceh-Lampung tersambung jalan tol pada 2024 mendatang. Jalan yang dibangun se-Sumatera itu yaitu sepanjang 2.000 kilometer dengan ditambah bibir cabangnya 700 kilometer. Artinya, tol Sumatera mempunyai panjang 2.700 kilometer.

Maka itu bagi warga Aceh, hari Jumat tersebut dirasakan sebagai kebanggaan karena ini adalah peresmian pembangunan jalan tol pertama di Aceh dilakukan. Jalan ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer itu mulai dikerjakan. Presiden Jokowi menekan tombol sirine tanda groundbreaking yang berlangsung di Blang Bintang, Aceh Besar. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah bupati, walikota, Plt gubernur Aceh serta Menteri PUPR. 

Di sela-sela itu, Jokowi juga sempat mengemukakan harapannya agar para kepala daerah dapat turut berperan aktif, terutama terkait masalah lahan yang diakuinya kerap jadi polemik setiap menjalankan kebijakan tersebut. "Ini butuh dorongan dari kabupaten, kota, gubernur sehingga pembebasan lahan dapat cepat diselesaikan," katanya lagi.

Respons Warga

Menanggapi itu salah satu warga Aceh, Teungku Harun dari Pidie, pun menunjukkan harapannya agar pembangunan di Aceh bisa lebih kencang. "Sebab pembangunan seperti inilah yang kami butuhkan. Sebab bisa dipastikan sangat membantu mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat di sini," katanya.

Harun juga mengakui, selama ini untuk membawa atau menjual hasil pertanian, misalnya, ke beberapa provinsi lain, membutuhkan waktu hingga belasan atau bahkan puluhan jam. "Jika tol ini jadi--sudah berdiri--kegiatan dagang dengan daerah lain yang awalnya memakan waktu lama, bisa disingkat. Jadi tidak akan memakan biaya besar, melainkan bikin penghasilan memungkinkan jadi lebih besar," Harun menandaskan.

Begitu juga Bupati Pidie, Roni Ahmad atau yang terkenal dengan nama khas Abu Syiek, yang merupakan mantan GAM, pun merespons positif gebrakan Presiden Jokowi. "Inilah yang kami butuhkan, sebab dengan ini kami punya harapan baik bahwa roda ekonomi warga kami di sini bisa berjalan jadi lebih baik di masa depan," dia menegaskan.***
 

Joko Widodo
Jokowi Blusukan
DATA BERITA TERPOPULER
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019
Temui Nelayan Demak, Menko Darmin Ingin Petani Garam Juga Dapat Perhatian
DEMAK | KUWERA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan secara panja...
25 Mar 2019