My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Soal Ekonomi Digital, Jokowi Sarankan Keseimbangan Daring dan Luring
7 Des 2018

Soal Ekonomi Digital, Jokowi Sarankan Keseimbangan Daring dan Luring
"Ekosistem tidak hanya di online, di offline-nya juga harus digarap. Dua-duanya harus berkolaborasi. Enggak bisa hanya yang urusan online saja," Presiden Joko Widodo memberikan pesan di Pembukaan Digital Startup Connect 2018. 

JAKARTA - Meskipun ekonomi digital ke depannya akan terus tumbuh berkali lipat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa para pelaku usaha rintisan (startup) tidak boleh hanya berfokus pada sisi daring (online) semata. Itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri peresmian Pembukaan Digital Startup Connect 2018 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Jumat, (7/12/2018).

Menurut Presiden Jokowi, para anak-muda tersebut dapat masuk ke sisi luring (offline) untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada dengan kemampuan mereka.

"Ekosistem tidak hanya di online, di offline-nya juga harus digarap. Dua-duanya harus berkolaborasi. Enggak bisa hanya yang urusan online saja," ucapnya.

Kepala Negara memberikan contoh mengenai persoalan yang biasa ia temui saat turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat. Salah satunya soal usaha rumah tangga yang terus tumbuh namun kurang memiliki pemahaman mengenai pentingnya membangun sebuah brand bagi produk mereka.

"Pemasarannya hanya di gerobak di depan rumah. Mereka tidak membangun brand, mereka tidak memiliki kemasan yang baik. Hal-hal yang seperti ini juga harus ada yang mengajarkan. Bagaimana membuat sebuah packaging yang baik kemudian ditempel dengan brand yang bagus juga," kata Presiden.

Di sinilah, menurutnya, para anak muda dan pelaku usaha startup harus mengambil peran. Kemampuan mereka amat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.

"Yang muda-muda ini harus berani membangunkan brand untuk mereka yang sederhana dan gampang diingat. Kalau masalah produknya itu yang di rumah tangga usaha mikro sudah bagus, cuma harus disentuh sedikit. Tapi siapa yang menyentuh mereka?" ujarnya.

Maka itu, Presiden sekaligus mengajak anak-anak muda untuk ikut membantu mencarikan solusi bagi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi usaha-usaha kecil dan mikro yang mampu merintis menuju pasar global dengan bantuan dan inovasi anak-anak muda.

"Ekosistem online memang harus sambung dengan ekosistem offline sehingga saudara-saudara mendapat pahala besar, selain untungnya besar, karena meningkatkan taraf hidup usaha-usaha rumah tangga. Meloncat memiliki brand, kemasan, dan syukur-syukur bisa masuk ke pasar global. Yang kita harapkan ke sana," tandasnya.***

Ekonomi Digital
Joko Widodo
Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Jalan Teraspal 85 KM di Perbatasan RI-Timor Leste, PUPR Targetkan sampai 131 KM
KUWERA | Jakarta - Pemerintah masih terus melaksanakan pembangunan jalan perbatasan di kawasan terlu...
20 Mei 2019
Hemat Devisa Negara, Green Fuel Jadi Perhatian Serius Pemerintah
KUWERA.ID | Jakarta - Pemerintah memastikan sudah mengambil berbagai langkah untuk menekan defi...
20 Mei 2019
Produk Manufaktur Catat 74,77 Persen dari Total Ekspor RI
KUWERA.ID | Jakarta - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terh...
20 Mei 2019
Usai Studi Kelayakan, LHK Keluarkan Izin 422 Ha untuk Bendungan
KUWERA.ID | Ambon - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah menerbitk...
20 Mei 2019
Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi ...
18 Mei 2019
Garap 98 Proyek Strategis, Pertamina Alokasikan 27,4 Triliun
JAKARTA | KUWERA.ID - PT Pertamina (Persero) sudah mengalokasikan USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,4...
18 Mei 2019
Prioritas Pemerintah, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17 KM di Mandalika
MANDALIKA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)...
18 Mei 2019
Menko Darmin: Pemerintah Sudah Terapkan Strategi Genjot Ekspor
JAKARTA | KUWERA.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jumat (17/5/...
18 Mei 2019
Kembangkan UMKM, Kemenkop Gandeng 3 Perguruan Tinggi
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun ...
17 Mei 2019
Soal Sistem Pengawasan, Kemenkop Siap Belajar dari Bank Dunia dan OJK
JAKARTA | KUWERA.ID - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno mengakui ke...
17 Mei 2019