My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Peluang untuk Insinyur Berkontribusi Lebih Besar dalam Inovasi Industri 4..0
7 Des 2018

Peluang untuk Insinyur Berkontribusi Lebih Besar dalam Inovasi Industri 4..0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro berbicara pada Kongres dan Dialog Nasional ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Kamis (6/12/2018).

PADANG - Insinyur dinilai berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Pasalnya dengan peranan tersebut diyakini dapat mendorong penciptaan inovasi sehingga sektor manufaktur nasional mampu berdaya saing global.

“Para insinyur adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif, serta terbiasa menyelesaikan masalah. Jadi, insinyur harus bisa menemukan peluang dan melahirkan inovasi di era digital saat ini. Adapun peran pemerintah, memberikan fasilitas dan kesempatan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro pada Kongres dan Dialog Nasional ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Kamis (6/12/2018).

Di acara yang mengusung tema "Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia", Menperin menyebutkan ada lima teknologi utama yang menjadi kunci dalam impelementasi industri 4.0.

“Yaitu, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Wearable (AR/VR), Advanced Robotics, dan 3D Printing,” tuturnya.

Untuk itu, Airlangga berharap, para insinyur terus memberikan kontribusi signifikan dalam membangun Indonesia khususnya terhadap pengembangan industrialisasi. “Apalagi kita sedang mengembalikan sektor manufaktur menjadi arus utama guna menggerakkan perekonomian nasional,” jelasnya. Faktor penting yang diperlukan, selain pemanfaatan teknologi, yaitu menyiapkan tenaga kerja kompeten.

Langkah tersebut telah tertuang di peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memiliki aspirasi besarnya untuk menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. “Kami telah melakukan program Training of Trainer (ToT) tentang industri 4.0 kepada seluruh stakeholder dari level tertinggi sampai ke pelaksana,” imbuhnya.

Menperin menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun depan pemerintah semakin gencar menggelar berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, Kemenperin telah menjalankan proyek percontohan untuk program pendidikan vokasi yang link and matchantara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

“Sejak tahun lalu diluncurkan, kami telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK dari enam wilayah di Indonesia. Selain itu, kami terus mendorong agar bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) kembali menjadi mainstream pada basis pendidikan kita,” tuturnya. Upaya ini diyakini mampu mencetak SDM produktif agar Indonesia lebih kompetitif di era industri 4.0.

Apalagi, mulai tahun ini, World Economic Forum dalam laporan tentang Index Daya Saing Global (Global Competitiveness Index) sudah memasukkan komponen kesiapan industri 4.0.

“Dari aspek baru itu, daya saing Indonesia jadi meningkat peringkatnya dari 47 di tahun 2017 menjadi 45 di tahun 2018,” ungkap Airlangga yang pernah menjabat Ketua Umum PII periode 2006-2009.

Di samping itu, berdasarkan laporan World Bank tahun 2017, Indonesia mampu menempati peringkat tertinggi di Asean untuk kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi dunia dengan porsi 20,5 persen.”Dari capaian tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk negara-negara yang tergabung di G20,” lanjutnya.

Ketua Umum PII Hermanto Dardak menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membangun SDM yang kompeten di bidang keinsinyuran agar mampu memberi nilai tambah bagi Indonesia. Selain itu juga supaya dapat lebih kompetitif dibanding insinyur negara lain.

“Anggota PII saat ini sudah mencapai 30.000 orang dan pada Kongres kali ini akan diresmikan insinyurprofesional yang ke-14.000,” ungkapnya. Menurut Hermanto, di tengah kemajuan perkembangan teknologi industri 4.0, PII turut mendorong pemanfaatan teknologi cerdas guna menghasilkan inovasi.

“Jumlah lulusan sarjana teknik saat ini yang berpotensi menjadi insinyur profesional mencapai 900 ribuorang. Mereka harus terintegrasi oleh PII agar bisa jadi profesional karena berperan sebagai kontrol kualitas," paparnya.***

Infrastruktur
Investasi
Kebijakan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Luncurkan Dua Program Hibah Pemeliharaan Jalan Daerah
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan dua program untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daera...
15 Des 2018
Karantina Pertanian Gandeng TNI-POLRI Awasi Zona Rawan Penyelundupan
RIAU - Pesisir Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Perbatasan merupakan zona rawan pen...
15 Des 2018
Dapat Kunjungan Presiden Jokowi, Plt Gubernur Aceh Ungkap Manfaat Dana Desa di Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Aceh, Jumat (14/12) mendapatkan sambutan meriah dari...
15 Des 2018
Di Aceh, Presiden Jokowi Harap Dana Desa Bermanfaat untuk Gampong
BANDA ACEH - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Jumat (14/12), Presiden Republik Indonesia Joko...
15 Des 2018
Saat Mantan GAM Kagumi Hasil Kerja Presiden Jokowi
BANDA ACEH - Saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Banda Aceh dan Aceh Besar, banyak pejabat kabupa...
15 Des 2018
Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
BANDA ACEH - Saat meresmikan proyek pembangunan proyek pembangunan tol di Aceh, Jumat (14/12/2018), ...
15 Des 2018
Mentan Motivasi Mahasiswa, Kampus Bisa Jadi Penggerak Revolusi Pertanian Modern
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tiada henti memberikan motivasi kepada civ...
15 Des 2018
Pemerintah Salurkan KUR Khusus Pengering Padi
MALANG - Pemerintah memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Us...
15 Des 2018
Menperin Ungkap Target dan Peluang Menuju Masa Keemasan RI Tahun 2045
JAKARTA - Indonesia akan memasuki masa keemasan pada tahun 2045 dengan menjadi negara yang maju dan ...
14 Des 2018
Hadir ke Aceh, Presiden Jokowi Buka Tol Pertama Bumi Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Menjelang sore hari, Jumat (14/12/2018) Presiden Joko Widodo berada di lokasi groundbre...
14 Des 2018