My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Penerima Manfaat PKH Dapat Bimtek Bengkel Las
15 Mei 2019

Penerima Manfaat PKH Dapat Bimtek Bengkel Las
“Kami menindaklanjuti hasil Nota Kesepahaman dengan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial tentang penumbuhan wirausaha baru sektor IKM bagi penerima manfaat PKH dan bidang kesejahteraaan sosial lainnya,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka(IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (14/5).

JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial melakukan sinergi dalam upaya menumbuhkan wirausaha industri baru khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM). Kolaborasi ini untuk meningkatkan “kelas” para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami menindaklanjuti hasil Nota Kesepahaman dengan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial tentang penumbuhan wirausaha baru sektor IKM bagi penerima manfaat PKH dan bidang kesejahteraaan sosial lainnya,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka(IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (14/5).

Gati menyampaikan, dalam implementasi program bersama tersebut, telah digelar bimbingan teknis (bimtek) sektor perbengkelan las di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 13-17 Mei 2019 ini diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari empat kecamatan, yaitu Glenmore, Sempu, Licin, dan Kabat.

“Selama lima hari, mereka mendapat program bimtek tentang kewirausahaan. Kami berharap, para penerima manfaat bantuan sosial ini dapat keluar dari keterbatasan ekonomi dengan mewujudkan kemandirian ekonomi sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” tuturnya.

Dirjen IKMA optimistis, selain menjadi wirausaha baru, para lulusan program bimtek perbengkelan las ini bakal juga terserap kerja di industri pengolahan logam yang sektornya terus tumbuh positif. Jumlah industri pengolahan logam hingga saat ini lebih dari 224 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 370 ribu orang.

“Kami yakin, setelah mengikuti bimtek ini, mereka akan mampu menerapkan nilai-nilai kemandirian, memiliki etos kerja tinggi, kreatif dan inovatif serta menjadi alumni pada program PKH tersebut,” imbuhnya. Apalagi, para peserta bimtek ini mendapat fasilitasi legalitas usaha, pengembangan pasar berbasis digital dan penyediaan akses ke sumber pembiayaan.

”Sejak tahun 2015 sampai 2018, kami telah memberikan program bimtek kepada 44.294 pelaku IKM dan fasilitasi legalitas usaha kepada 11.289 IKM. Untuk tahun 2019 ini, ditargetkan penumbuhan wirausaha baru bisa lebih dari 3.000 wirausaha,” papar Gati.

Dalam rangkaian kegiatan bimtek tersebut, Ditjen IKMA juga memberikan bantuan peralatan dan mesin sebagai modal usaha rintisan (startup capital). Mesin dan peralatan diberikan kepada seluruh peserta dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB), dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang usaha mereka.

“Adapun bantuan mesin dan peralatan yang kami berikan, antara lain berupa mesin trafo las, mesin cut off, mesin gerinda tangan, mesin bor tangan, kompressor, tool set dan genset,” sebutnya. Gati menambahkan, dengan tumbuhnya wirausaha baru khususnya di sektor IKM, akan menjadi salah satu sektor usaha yang berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, jumlah IKM mencapai 4,4 juta unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 10,23 juta orang. “Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis,”pungkasnya.***

Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Jalan Teraspal 85 KM di Perbatasan RI-Timor Leste, PUPR Targetkan sampai 131 KM
KUWERA | Jakarta - Pemerintah masih terus melaksanakan pembangunan jalan perbatasan di kawasan terlu...
20 Mei 2019
Hemat Devisa Negara, Green Fuel Jadi Perhatian Serius Pemerintah
KUWERA.ID | Jakarta - Pemerintah memastikan sudah mengambil berbagai langkah untuk menekan defi...
20 Mei 2019
Produk Manufaktur Catat 74,77 Persen dari Total Ekspor RI
KUWERA.ID | Jakarta - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terh...
20 Mei 2019
Usai Studi Kelayakan, LHK Keluarkan Izin 422 Ha untuk Bendungan
KUWERA.ID | Ambon - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah menerbitk...
20 Mei 2019
Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi ...
18 Mei 2019
Garap 98 Proyek Strategis, Pertamina Alokasikan 27,4 Triliun
JAKARTA | KUWERA.ID - PT Pertamina (Persero) sudah mengalokasikan USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,4...
18 Mei 2019
Prioritas Pemerintah, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17 KM di Mandalika
MANDALIKA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)...
18 Mei 2019
Menko Darmin: Pemerintah Sudah Terapkan Strategi Genjot Ekspor
JAKARTA | KUWERA.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jumat (17/5/...
18 Mei 2019
Kembangkan UMKM, Kemenkop Gandeng 3 Perguruan Tinggi
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun ...
17 Mei 2019
Soal Sistem Pengawasan, Kemenkop Siap Belajar dari Bank Dunia dan OJK
JAKARTA | KUWERA.ID - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno mengakui ke...
17 Mei 2019