My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Faisal Basri: Utang Produktif Itu Positif
12 Apr 2019

Faisal Basri: Utang Produktif Itu Positif
Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri. "Dengan cara ini negara tersebut akan dapat tumbuh lebih pesat," kata Faisal, dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 yang diprakarsai oleh Kumpulan Alumni Fakultas Ekonomi UI, di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 (MI/ROMMY PUJIANTO)

JAKARTA | KUWERA.ID - Ekonom Faisal Basri mengakui utang yang dilakukan pemerintah bukan merupakan tindakan yang salah. Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri.

"Dengan cara ini negara tersebut akan dapat tumbuh lebih pesat," kata Faisal, dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 yang diprakarsai oleh Kumpulan Alumni Fakultas Ekonomi UI, di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.
 
Dirinya mengibaratkan utang pemerintah dengan utang pribadi per orang. Misalnya ada seorang karyawan yang ingin membuka usaha namun tidak memiliki cukup modal untuk merealisasikan keinginannya tersebut. 

Kemudian dia berutang pada bank untuk memodali usahanya tersebut dan nantinya dia akan mendapatkan keuntungan atau hasil dari usahanya. Faisal mengatakan selama peningkatan pendapatan lebih besar dari pembayaran bunga dan cicilan maka berutang tidak akan menjadi masalah.
 
Misalnya, lanjutnya, seseorang yang punya utang Rp10 juta namun ia punya penghasilan Rp20 juta, tentu lebih baik ketimbang orang lain yang utangnya Rp1 juta tetapi penghasilannya cuma Rp500 ribu. "Jadi yang dilihat jangan hanya jumlah utang, melainkan juga tambahan pendapatan yang tercipta," tutur Faisal.
 
Dia menambahkan untuk sebuah negara yang notabennya sedang giat membangun, sulit menghindari utang. Apalagi Indonesia saat ini tengah gencar dalam membangun infrastruktur. Menurut Faisal selama utang tersebut digunakan untuk kegiatan produktif dan bukan konsumtif maka tidak masalah.
 
Namun tentu jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan riil dan kemampuan untuk membayarnya kembali. Adapuh jumlah utang Pemerintah Indonesia sekarang ini sebesar Rp4.499 triliun, sementara Produk Domestik Bruto (PDB) menurut harga berlaku pada 2018 sebesar Rp14.837 triliun.
 
Dengan kondisi itu, Faisal menilai, jelas utang pemerintah masih berada dalam batas aman, karena nisbah utang atau rasio utang terhadap PBD tergolong sangat rendah, yakni hanya 30 persen dan masih separuh dari batas maksimum yang ditetapkan oleh Undang-Undang No17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
 
Bahkan, tambahnya, Undang-Undang tentang Keuangan Negara membatasi defisit APBN maksimal tiga persen dari PDB, sehingga pemerintah tidak bisa ugal-ugalan berutang. "Jadi jelas kiranya bahwa utang produktif adalah sesuatu yang positif, bukan nista atau najis sehingga harus dijauhi dengan risiko apapun," pungkasnya.*** (Sumber: Medcom.ID)

Investasi
Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Bahas Infrastruktur, Presiden Jokowi Panggil Tiga Gubernur ke Istana
JAKARTA | KUWERA.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiga gubernur dari berbagai kawasan...
23 Apr 2019
Jelang Ramadan, Presiden Jokowi Kerahkan Petinggi Negara Pastikan Harga Stabil
JAKARTA | KUWERA.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ...
23 Apr 2019
Industri Melesat, Serap 18 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA | KUWERA.ID - Serapan tenaga kerja di sektor industri terus meningkat yakni dari 15,54 juta ...
23 Apr 2019
Investasi Meningkat, Pemerintah Aktif Siapkan SDM Industri Kompeten
JAKARTA | KUWERA.ID - Menghadapi perkembangan industri dan investasi yang meningkat, pemerintah mela...
23 Apr 2019
Harga Terpantau Stabil, Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Resah
GORONTALO | KUWERA.ID - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Goron...
23 Apr 2019
Pastikan Harga Stabil, Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok hingga Lebaran
BENGKULU | KUWERA.ID - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan (Kemendag...
23 Apr 2019
Kementan Sosialisasi Alat Pertanian Modern kepada Pelajar
JAKARTA | KUWERA.ID - Gencarnya Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan berbagai program untuk...
23 Apr 2019
Industri Mainan Anak Produk Indonesia Catat Ekspor Lebih dari USD 319 Juta
JAKARTA | KUWERA.ID - Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kon...
22 Apr 2019
Di London, OJK Ajak Investor Inggris Berinvestasi di Pasar Keuangan Indonesia
JAKARTA | KUWERA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang investor Inggris untuk berinvesta...
22 Apr 2019
Industri Penerbangan Berpotensi Serap Tenaga Kerja Perempuan 50 Persen
JAKARTA | KUWERA.ID -- Industri penerbangan internasional mendorong keterlibatan para pere...
22 Apr 2019