My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Prabowo Cela Indonesia di Singapura, Ketua KPK Membantah: Kasus Korupsi Era Orba Terburuk di Asia Tenggara
1 Des 2018

Prabowo Cela Indonesia di Singapura, Ketua KPK Membantah: Kasus Korupsi Era Orba Terburuk di Asia Tenggara
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo melihat ada pandangan berlebihan dari Prabowo sebagai salah satu calon presiden tersebut.

JAKARTA - Di masa lalu, Indonesia pernah menjadi negara terburuk dalam penanganan korupsi, dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Inilah yang disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo karena melihat ada pandangan berlebihan dari salah satu calon presiden tersebut. Agus, Jumat (30/11/2018), memastikan kondisi korupsi di Indonesia saat ini tidaklah separah digambarkan Prabowo.

Ketua KPK tersebut juga mengimbau--terlepas pertarungan politik--semestinya capres tersebut tidak sampai melemparkan isu yang menyesatkan publik.

"Semestinya tidak begitu (menyesatkan publik)," kata Agus kepada pers, saat memberikan komentarnya. "Kalau kita melihat, justru kalau kita komparasi, bandingkan dengan yang ditinggalkan zaman Orde Baru, ini data rilis Transparasi Internasional, tahun 1999 itu relatif ditinggalkan."

Maka itu Agus membeberkan bagaimana pemandangan korupsi saat era Orde Baru masih berkuasa. Saat itu Indonesia menyandang status terburuk di Asia Tenggara dalam indeks persepsi korupsi. Namun, secara perlahan, indeks persepsi korupsi Indonesia meningkat.

"Sekarang di Asean, di atas kita (hanya) Singapura. Malaysia 51 skornya, kemudian Brunei," kata Agus, menjelaskan. "Jadi dulu Vietnam, Filipina di atas kita, sekarang sudah di bawah kita," kata Agus.

Sekarang, menurut Agus, yang perlu diperhatikan adalah lambatnya kenaikan indeks persepsi korupsi. Agus juga menegaskan, semua pihak harus bergerak dan berpartisipasi untuk memperbaiki banyak hal dalam pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menggambarkan korupsi yang terjadi di Indonesia seperti kanker stadium empat. Hal itu disampaikan saat dia berbicara pada acara "The World in 2019 Gala Dinner" yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura beberapa hari lalu.

Menurut Prabowo, Indonesia sudah masuk darurat korupsi. Pasalnya, dari pejabat negara, kalangan anggota Dewan, menteri hingga, hakim tertangkap KPK. "Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (28/11/2018).***

Keuangan
DATA BERITA TERPOPULER
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019
Temui Nelayan Demak, Menko Darmin Ingin Petani Garam Juga Dapat Perhatian
DEMAK | KUWERA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan secara panja...
25 Mar 2019