My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Kini, 5.043 Rumah Tangga di Serang Nikmati Jaringan Gas Rumah Tangga
12 Jan 2019

Kini, 5.043 Rumah Tangga di Serang Nikmati Jaringan Gas Rumah Tangga
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meresmikan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga (Jargas) Di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meresmikan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga (Jargas) Di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Program Jargas ini merupakan wujud keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan menggunakan dana APBN, hingga tahun 2018 Pemerintah telah melaksanakan pembangunan jargas untuk rumah tangga sebanyak 325.773 Sambungan Rumah (SR) yang terdistribusi di 16 Provinsi, 40 Kabupaten/Kota.

"Termasuk 5.043 Sambungan Rumah di Kabupaten Serang, yang pembangunannya telah selesai dilaksanakan tahun 2018 melalui penugasan kepada PT PGN," kata Ego, di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat (11/1)

Kementerian ESDM lanjut Ego, mendapat amanah agar APBN yang dialokasikan kepada Kementerian ESDM harus kembali ke masyarakat. "Tahun 2018, dari 6,5 triliun itu 54% atau sekitar Rp3,8 triliun harus kembali ke masyarakat, salah satunya jargas ini. Jaringan gas ini betul-betul harus bisa masuk diberikan kepada masyarakat, terutama untuk rumah rumah sederhana rumah susun sederhana. Jadi prioritas kita memang dalam 5 tahun terakhir ini menaikkan jumlah jaringan gas rumah tangga," jelas Ego.

"Bukan hanya jargas, Kementerian ESDM juga melakukan pengeboran sumur sumur air untuk daerah sulit air. Di banyak kabupaten, terutama yang di pesisir kita memberikan konverter kit BBM ke LPG bagi nelayan," tambah Ego.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan bahwa Pemerintah dan PGN bahu membahu melakukan perluasan pembangunan Jargas. Ke depan, katanya, kian banyak skema yang bisa digunakan untuk merealisasikan pembangunan Jargas.

"Sebab, gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat," ungkap Gigih.

Gigih menambahkan, pada tahap pengoperasian nanti, PGN akan memanfaatkan sumber gas yang berasal dari ConnocoPhilips Grissik Ltd, dengan volume mencapai 0,2 MMSCFD. Pekerjaan pembangunan Jargas sesuai target, yang dimulai pada Mei hingga akhir Desember 2018.

Sementara itu, Bupati Serang mengucapkan terima kasih atas pembangunan jargas ini, menurutnya, program ini manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Program ini sangat membantu masyarakat, karena dengan program jaringan gas yang langsung masuk ke rumah akan menghemat. Kapanpun masyarakat membutuhkan gas tidak ada istilah habis gas. Ini luar biasa. Pemerintah Pusat memikirkan sangat jauh kebutuhan masyarakatnya bagaimana caranya supaya lebih efisien dan lebih bisa menghemat pengeluarannya," kata Ratu Tatu.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan mempercepat program jargas. Setiap tahunnya, pemerintah mengeluarkan dana APBN untuk menambah jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah. Sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi.

Jaringan gas bumi untuk rumah tangga ini memiliki banyak keunggulan. Gas yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah tangga merupakan gas alam (Natural Gas) yang sangat bersih. Jargas ini jauh lebih aman karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG.

Keunggulan lain adalah dapat dilakukan penghematan baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Penggunaan Jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp 90 ribu per bulan per keluarga. Jargas juga lebih praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman dibandingkan tabung LPG 3 kg. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.***

ESDM
DATA BERITA TERPOPULER
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019
Temui Nelayan Demak, Menko Darmin Ingin Petani Garam Juga Dapat Perhatian
DEMAK | KUWERA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan secara panja...
25 Mar 2019