My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
26 Mar 2019

DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
"Tidak ada keraguan (kebijakan sawit Uni Eropa) ini diskriminatif, dengan latar belakang proteksionisme yang kemudian dibungkus dengan berbagai bahan ilmiah," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah saat ini tengah berupaya mengatasi isu diskriminasi terhadap komoditas kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa. Bahkan pada hari Senin (25/3/2019), beberapa menteri datang ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas seputar langkah apa yang harus diambil, untuk mencegah dilarangnya keberadaan kelapa sawit di Eropa.

"Tidak ada keraguan (kebijakan sawit Uni Eropa) ini diskriminatif, dengan latar belakang proteksionisme yang kemudian dibungkus dengan berbagai bahan ilmiah," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Ia menyatakan pemerintah akan menempuh langkah perlawanan terhadap diskriminasi sawit, salah satunya membawa perselisihan tersebut ke meja WTO. "Selain langsung ke WTO, kami juga bisa retaliasi. Memangnya kenapa, kalau dia sepihak, masa kita tidak bisa lakukan sepihak," kata dia.

Menurutnya, minyak sawit merupakan komoditas yang sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. Saat ini,  industri kelapa sawit menyerap 7,5 juta orang secara langsung dan ditambah 12 juta orang secara tidak langsung.

Sementara dari sisi perdagangan, kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat penting bagi Indonesia. Ini tercermin dari nilai kontribusi ekspor Crude Palm Oil (CPO) pada 2018 senilai US$ 17,89 miliar. Industri ini berkontribusi hingga 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus Menteri Luar Negeri Peter Frans Gontha mengatakan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai badan Parlemen Indonesia akan mengirimkan surat langsung ke Parlemen Uni Eropa.

Hal ini merupakan salah satu bentuk diplomasi langsung antarpemerintah.

"Kita liat bahwa ketua parlemen kita, DPR ini menulis surat juga kepada Eropa. Jadi parlement to parlement," kata Gontha di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Gontha menambahkan, Parlemen Uni Eropa saat ini tengah melakukan pembahasan mengenai kebijakan pelarangan masuknya kelapa sawit. Dewan Uni Eropa sebelumnya memang telah menyutujui rancangan undang-undang tersebut.

"Hari ini Uni Eropa sampai tanggal 28 Maret sedang mengadakan sidang. Sidang ini bisa membuahkan satu hasil melarang, bisa sidang ini diundur sampai tanggal 15 april yang akan datang. Atau menunggu pemilihan umum parlemen. Kita tidak tahu," tuturnya.

Di pihak lain, pemerintah sendiri sejauh ini telah menyiapkan gugatan yang akan diajukan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait kampanye hitam sawit oleh Uni Eropa.***

Darmin Nasution
Kebijakan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Bahas Infrastruktur, Presiden Jokowi Panggil Tiga Gubernur ke Istana
JAKARTA | KUWERA.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiga gubernur dari berbagai kawasan...
23 Apr 2019
Jelang Ramadan, Presiden Jokowi Kerahkan Petinggi Negara Pastikan Harga Stabil
JAKARTA | KUWERA.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ...
23 Apr 2019
Industri Melesat, Serap 18 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA | KUWERA.ID - Serapan tenaga kerja di sektor industri terus meningkat yakni dari 15,54 juta ...
23 Apr 2019
Investasi Meningkat, Pemerintah Aktif Siapkan SDM Industri Kompeten
JAKARTA | KUWERA.ID - Menghadapi perkembangan industri dan investasi yang meningkat, pemerintah mela...
23 Apr 2019
Harga Terpantau Stabil, Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Resah
GORONTALO | KUWERA.ID - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Goron...
23 Apr 2019
Pastikan Harga Stabil, Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok hingga Lebaran
BENGKULU | KUWERA.ID - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan (Kemendag...
23 Apr 2019
Kementan Sosialisasi Alat Pertanian Modern kepada Pelajar
JAKARTA | KUWERA.ID - Gencarnya Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan berbagai program untuk...
23 Apr 2019
Industri Mainan Anak Produk Indonesia Catat Ekspor Lebih dari USD 319 Juta
JAKARTA | KUWERA.ID - Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kon...
22 Apr 2019
Di London, OJK Ajak Investor Inggris Berinvestasi di Pasar Keuangan Indonesia
JAKARTA | KUWERA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang investor Inggris untuk berinvesta...
22 Apr 2019
Industri Penerbangan Berpotensi Serap Tenaga Kerja Perempuan 50 Persen
JAKARTA | KUWERA.ID -- Industri penerbangan internasional mendorong keterlibatan para pere...
22 Apr 2019