My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Jawab Tantangan Ekonomi 2019, Menko Darmin Ungkap Strategi Pemerintah
6 Des 2018

Jawab Tantangan Ekonomi 2019, Menko Darmin Ungkap Strategi Pemerintah
Darmin menegaskan fokus kebijakan supply-side terus digalakkan untuk memberikan multiplier effect yang besar yang terus diselaraskan dengan program pemerataan ekonomi.

JAKARTA - Kondisi perekonomian global yang masih bergejolak dan penuh dengan ketidakpastian diperkirakan masih akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, baik negara maju dan negara berkembang.

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) yang dirilis pada Oktober 2018, perekonomian dunia diprediksi sedikit melambat dari 3,73% menjadi 3,7%. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan konsistensi Pemerintah menjalankan transformasi ekonomi, khususnya dalam menggarap kebijakan ekonomi supply-side hingga akhir masa pemerintahan.

“Hasil dari kebijakan supply-side era Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) selama empat tahun belakangan terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil di tengah gejolak ekonomi dunia,"  kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan keynote speech pada Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2018, pada Rabu (5/12) di Grand Sahid Hotel, Jakarta.

Bahkan, kata Darmin lagi, hal ini juga diikuti oleh indikator sosial yang juga membaik. "Seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, rasio gini, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Artinya, semua kebijakan sudah mengarah pada pembangunan yang berkualitas,"  katanya lagi. 

Menurut Darmin hal itu merupakan pencapaian yang baik. "Mengingat karena biasanya pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti dengan perbaikan keadaan sosial. Hal ini adalah suatu prestasi yang baik,” Darmin menegaskan.

Keputusan untuk memprioritaskan kebijakan ekonomi supply-side sudah dilaksanakan sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi-JK, melalui perbaikan infrastruktur, perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan kebijakan reforma agraria. Kebijakan supply-side ini selain lebih mudah dikendalikan, juga mampu membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat secara merata di pedesaan dan perkotaan.

“Pendekatan ini dapat diwujudkan tanpa adanya perpindahan barang dan jasa secara besar-besaran ke luar ataupun ke dalam negeri. Namun, kebijakan demand-side tidak boleh dilupakan dengan tetap mendorong investasi dan konsumsi masyarakat” tambah Darmin.

Darmin menegaskan fokus kebijakan supply-side terus digalakkan untuk memberikan multiplier effect yang besar yang terus diselaraskan dengan program pemerataan ekonomi.

“Infrastrukur akan melahirkan kegiatan-kegiatan baru yang ditransformasikan dari kegiatan lama. Sistem logistik juga perlu dibangun juga setelah infrastruktur tersedia. Hal ini dapat direalisasikan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah supaya membuat pasar pengepul agar konektivitas terbentuk secara sempurna” kata Darmin.

Menanggapi perang dagang Amerika Serikat dan Cina dan implikasinya ke perekonomian nasional, Darmin memprediksi proyeksi ekonomi Indonesia masih bergantung pada interaksi perang dagang itu sendiri. Darmin menduga pada 2019 tidak ada lahi interaksi AS-Cina yang yang esktrim.

Bahkan, katanya lagi, kedua negara akan sadar bahwa perang dagang hanya akan berimplikasi negatif pada perekonomian masing-masing negara.

“Dengan begitu, kami optimis kedepan tingkat inflasi masih berada di titik aman yakni berada level 3%. Kami juga melihat bukan sesuatu yang berat untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi di level 5,3%, sesuai dengan asumsi makroekonomi APBN 2019,” tutup Darmin.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kebijakan Indonesia (APINDO) Bidang Kebijakan Publik Danang Girindrawardana juga menambahkan perekonomian Indonesia telah bergeser menjadi seperti negara Singapura, dimana nilai tambah sektor pertanian dan manufaktur menurun seiring dengan peningkatan sektor jasa. Namun, peningkatan sektor jasa ini belum mampu menyerap tenaga kerja yang melimpah di pasar tekanan kerja.

“Penurunan nilai tambah sektor manufaktur ini mengindikasikan adanya deindustrialisasi secara prematur. Dengan begitu, transformasi ekonomi ini diperlukan untuk dapat terus digalakkan oleh pemerintah agar tetap menyerap tenaga kerja ” tambah Danang.

Hadir dalam acara ini Staf Khusus Presiden RI Ahmad Erani Yustika, CEO PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat, Peneliti Bank Dunia Indira Hapsari, dan Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus.*** (Editor: Zo)

Darmin Nasution
Kebijakan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Luncurkan Dua Program Hibah Pemeliharaan Jalan Daerah
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan dua program untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daera...
15 Des 2018
Karantina Pertanian Gandeng TNI-POLRI Awasi Zona Rawan Penyelundupan
RIAU - Pesisir Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Perbatasan merupakan zona rawan pen...
15 Des 2018
Dapat Kunjungan Presiden Jokowi, Plt Gubernur Aceh Ungkap Manfaat Dana Desa di Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Aceh, Jumat (14/12) mendapatkan sambutan meriah dari...
15 Des 2018
Di Aceh, Presiden Jokowi Harap Dana Desa Bermanfaat untuk Gampong
BANDA ACEH - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Jumat (14/12), Presiden Republik Indonesia Joko...
15 Des 2018
Saat Mantan GAM Kagumi Hasil Kerja Presiden Jokowi
BANDA ACEH - Saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Banda Aceh dan Aceh Besar, banyak pejabat kabupa...
15 Des 2018
Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
BANDA ACEH - Saat meresmikan proyek pembangunan proyek pembangunan tol di Aceh, Jumat (14/12/2018), ...
15 Des 2018
Mentan Motivasi Mahasiswa, Kampus Bisa Jadi Penggerak Revolusi Pertanian Modern
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tiada henti memberikan motivasi kepada civ...
15 Des 2018
Pemerintah Salurkan KUR Khusus Pengering Padi
MALANG - Pemerintah memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Us...
15 Des 2018
Menperin Ungkap Target dan Peluang Menuju Masa Keemasan RI Tahun 2045
JAKARTA - Indonesia akan memasuki masa keemasan pada tahun 2045 dengan menjadi negara yang maju dan ...
14 Des 2018
Hadir ke Aceh, Presiden Jokowi Buka Tol Pertama Bumi Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Menjelang sore hari, Jumat (14/12/2018) Presiden Joko Widodo berada di lokasi groundbre...
14 Des 2018