My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Menko Darmin Yakini KEK Tanjung Kelayang Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
14 Mar 2019

Menko Darmin Yakini KEK Tanjung Kelayang Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam laporannya menuturkan, sampai saat ini sudah 12 (dua belas) KEK yang ditetapkan, 8 (delapan) diantaranya bertema manufaktur, dan 4 (empat) diantaranya bertema kepariwisataan.

BELITUNG | KUWERA.ID - Sebagai upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi melalui peningkatan investasi, Pemerintah terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kali ini KEK Pariwisata Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung yang secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, saat kunjungan kerjanya ke Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Dibangun di areal seluas 324 hektar dengan target investasi sebesar Rp10,3Triliun, KEK Tanjung Kelayang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 23.645 orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam laporannya menuturkan, sampai saat ini sudah 12 (dua belas) KEK yang ditetapkan, 8 (delapan) diantaranya bertema manufaktur, dan 4 (empat) diantaranya bertema kepariwisataan. Adapun yang sudah resmi beroperasi ada 6 (enam) KEK, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe.

”KEK Tanjung Kelayang, bersama dengan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Insha Allah sudah dapat diresmikan pengoperasiannya,“ sambung Menko Darmin.

KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari sebelumnya pertambangan timah, menjadi kepariwisataan. Provinsi yang dulunya bergabung dengan Sumatera Selatan inipun bersiap dirimenjadi destinasi wisata kelas dunia.

”Lokasi KEK Tanjung Kelayang sangat strategis karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara Jakarta dan Singapura, yang diincar sebagai target captive market. Hingga saat ini di KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific," tambah Menko Darmin.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2016. Selain KEK Tanjung Kelayang, saat ini Dewan Nasional tengah mengkaji dua usulan KEK yang berada di Provinsi Bangka Belitung yaitu Sungailiat di Kabupaten Bangka dan Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Tengah, yang diharapkan dapat ditetapkan dalam waktu dekat.

”Untuk memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di KEK, pemerintah telah menerbitkan kebijakan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik, Online Single Submission (OSS) yang juga diterapkan di KEK,” kata Enoh.

Peresmian KEK ini dilaksanakan bersamaan dengan Peresmian Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang yang telah selesai dibangun dan digunakan sejak 2017. Saatini sudah dibangun gedung terminal pada sayap kanan yang dapat menampung 3 (tiga) juta penumpang. Kedepannya, sayap kiri juga bakal dikembangkan, sehingga nantinya Bandara kebanggaan warga Pulau Bangka ini akan dapat menampung hingga 5 juta penumpang.

Menko Darmin di ujung acara lantasberpesan agar KEK Tanjung Kelayang dapat terwujud sesuai harapan,serta memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan, termasuk meningkatkan devisa dari sektor kepariwisataan.***

Darmin Nasution
Infrastruktur
Investasi
Joko Widodo
Kebijakan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Jalan Teraspal 85 KM di Perbatasan RI-Timor Leste, PUPR Targetkan sampai 131 KM
KUWERA | Jakarta - Pemerintah masih terus melaksanakan pembangunan jalan perbatasan di kawasan terlu...
20 Mei 2019
Hemat Devisa Negara, Green Fuel Jadi Perhatian Serius Pemerintah
KUWERA.ID | Jakarta - Pemerintah memastikan sudah mengambil berbagai langkah untuk menekan defi...
20 Mei 2019
Produk Manufaktur Catat 74,77 Persen dari Total Ekspor RI
KUWERA.ID | Jakarta - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terh...
20 Mei 2019
Usai Studi Kelayakan, LHK Keluarkan Izin 422 Ha untuk Bendungan
KUWERA.ID | Ambon - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah menerbitk...
20 Mei 2019
Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi ...
18 Mei 2019
Garap 98 Proyek Strategis, Pertamina Alokasikan 27,4 Triliun
JAKARTA | KUWERA.ID - PT Pertamina (Persero) sudah mengalokasikan USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,4...
18 Mei 2019
Prioritas Pemerintah, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17 KM di Mandalika
MANDALIKA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)...
18 Mei 2019
Menko Darmin: Pemerintah Sudah Terapkan Strategi Genjot Ekspor
JAKARTA | KUWERA.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jumat (17/5/...
18 Mei 2019
Kembangkan UMKM, Kemenkop Gandeng 3 Perguruan Tinggi
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun ...
17 Mei 2019
Soal Sistem Pengawasan, Kemenkop Siap Belajar dari Bank Dunia dan OJK
JAKARTA | KUWERA.ID - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno mengakui ke...
17 Mei 2019