My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Kemnaker Minta Syarat Peserta Pemagangan Di Perusahaan Dipermudah
7 Des 2018

Kemnaker Minta Syarat Peserta Pemagangan Di Perusahaan Dipermudah
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono saat membuka Program Pemagangan Mandiri (PPM) dan Seminar “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Program Pemagangan Untuk mendukung Daya Saing Indonesia” di Bekasi.

JAKARTA - Selama ini banyak perusahaan dinilai masih kaku mensyaratkan peserta pemagangan memiliki latar belakang minimal SMA atau sederajat untuk memenuhi persyaratan pendidikan formal. Tak ayal, Kementerian Ketenagakerjaan berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mempermudah persyaratan bagi peserta pemagangan.

Itu menjadi arahan sekaligus sambutan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, yang dibacakan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono saat membuka Program Pemagangan Mandiri (PPM) dan Seminar “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Program Pemagangan Untuk mendukung Daya Saing Indonesia” di Bekasi, Rabu (5/12/2018).

“Saya mengimbau kepada rekan-rekan di perusahaan, bukalah kesempatan magang bagi lulusan SMP, SD bahkan tidak lulus SD. Kalau toh mereka tidak diterima di perusahaan sebagai pekerja baru, setidaknya perusahaan telah membantu meningkatkan kompetensinya sehingga dapat berwira-usaha, “ ujar Dirjen Satrio.

Bambang Satrio menambahkan program pemagangan merupakan salah satu solusi tepat untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. 

“Peserta mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, “ katanya.

Program pemagangan juga memiliki dampak positif bagi perusahaan. Yakni sebagai salah satu cara efektif dan efisien dalam merekrut karyawan baru dan ajang peningkatan kompetensi bagi karyawan yang dilibatkan dalam penyelenggaraan program pemagangan baik sebagai koordinator pemagangan, instruktur maupun mentor. 

“Hal lainnya adalah sebagai promosi perusahaan atas kepedulian terhadap penyiapan generasi penerus yang kompeten, “ ujarnya.

Dirjen Binalattas berharap ada perusahaan yang bersedia menjadi bapak angkat dengan pola centre-sister dengan melakukan pendampingan sehingga bisa mandiri. "Disnaker dan dinas terkait lainnya dapat mengambil peran sebagai pembimbing dan membuka kemudahan akses permodalan usaha, " katanya.

Kepada peserta pemagangan, Dirjen Binalattas berpesan agar memanfaatkan secara maksimal PPM agar kelak mampu menjadi pribadi yang memiliki daya saing tinggi. Dengan berbekal pengalaman, dapat digunakan untuk melamar pekerjaan pada jabatan yang sesuai di perusahaan tempat pemagangan atau bekerja di perusahaan sejenis atau berwirausaha.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Cahyono berharap kegiatan PPM ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di kota Bekasi sesuai visi misi kota Bekasi 2018-2023 di bidang ketenagakerjaan.

"Yakni membuka peluang bagi 150 ribu tenaga kerja baru melalui tiga kegiatan berupa peningkatan kompetensi, pengembangan wirausaha baru dan bursa tenaga kerja (job fair), " katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang penyelenggaraan pemagangan dan pembukaan lapangan pekerjaan di Bekasi antata Dirjen Binalattas, Wakil Walikota Bekasi dan perwakilan perusahaan tentang komimen perusahaan dalam mendukung pelatihan kerja .***

Investasi
Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Soal Unicorn, Menkeu Sri Mulyani Jawab Ketakutan Prabowo
JAKARTA (KUWERA.ID) - Setelah Debat Capres 2019 yang berlangsung Minggu (17/2/2019), seketika istila...
18 Feb 2019
Benahi Kawasan Pesisir, Kementerian PUPR Ambil Langkah Khusus
JAKARTA (KUWERA.ID) - Fakta bahwa Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir, membuat Pemerintah mela...
18 Feb 2019
Debat Capres, Jokowi Juga Unjuk Gagasan Soal Pertanian dan Marketplace
JAKARTA (KUWERA.ID) - Dalam Debat Capres 2019 kedua yang membahas energi dan pangan, Sumber Daya Ala...
18 Feb 2019
Saat Debat Capres, Jokowi Ungkap Rencana Tingkatkan Program Biodiesel Jadi B100
JAKARTA (KUWERA.ID) - Petahana Joko Widodo (Jokowi), dalam Debat Capres 2019, Minggu (17/2) sempat m...
18 Feb 2019
Perkuat Rupiah lewat BUMN Kelautan, Menteri Rini Lepas Ekspor Produk Ikan
JAKARTA (KUWERA.ID) - Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Rini Soemarno lagi-lagi membuktikan duku...
18 Feb 2019
Dorong Perkembangan Unicorn, Jokowi akan Bangun 1.000 Startup Baru
JAKARTA (KUWERA.ID) - Dalam Debat Capres Kedua, di Hotel Sultan di Jakarta, Minggu (17/2/2019),...
18 Feb 2019
Kemenkop Tekankan Perlindungan UMKM dalam Pengembangan Ekonomi Digital
BADUNG (KUWERA.ID) - Kementerian Koperasi dan UKM menekankan pentingnya perlindungan terhadap para p...
16 Feb 2019
Kunjungi Hutan Sosial Burno, Menteri Rini Saksikan Langsung Pengaruh atas Ekonomi Masyarakat
JAKARTA (KUWERA.ID) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno, Jumat (15/2) ber...
16 Feb 2019
Menko Darmin Panggil Kepala Bappenas, Peta Jalan Pendidikan Vokasi 2020-2024 Rampung
JAKARTA - Menjelang akhir pekan, Jumat (15/2), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasuti...
16 Feb 2019
Empat Paguyuban Peternak Ayam Boyolali Beralih ke Elpiji Nonsubsidi
BOYOLALI - Tidak kurang dari 60 peternak ayam broiler di bawah naungan empat paguyuban peternakan ay...
16 Feb 2019