My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Kepala Bappenas: Target Penciptaan Lapangan Kerja Nawacita Akan Terlampaui di Tahun 2019
9 Nov 2018

Kepala Bappenas: Target Penciptaan Lapangan Kerja Nawacita Akan Terlampaui di Tahun 2019


JAKARTA - Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir terjadi pertumbuhan kesempatan kerja rata-rata sebesar 1,99 persen. Itu terungkap dalam diskusi bersama Forum Merdeka Barat 9 “Pengurangan Pengangguran” di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018). 

"Berdasarkan Sakernas Agustus 2018, jumlah penciptaan lapangan kerja pada 2016 sebesar 3,59 juta, 2017 sebesar 2,61 juta, dan untuk periode Agustus 2018 sebesar 2,99 juta," kata dia. "Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kesempatan kerja adalah sebesar 1,99 persen."

Ditambahkannya, target penciptaan kesempatan kerja pada tahun 2015-2019 sebesar 10 juta orang, hingga 2018 pemerintah sudah dapat menciptakan 9,38 juta kesempatan kerja. "Jika di tahun 2019, jika tercipta kembali sekitar 2 juta lapangan kerja maka kami optimis target nawacita untuk menciptakan 10 juta Lapangan kerja akan terlampaui," kata Bambang lagi.

Bambang menambahkan bahwa penciptaan kesempatan kerja paling rendah yang terjadi di 2015 (0,19 juta) karena pelemahan dolar Amerika Serikat memukul impor bahan baku yang berpengaruh pada terpukulnya sektor industri.

Selain itu juga karena adanya pengurangan jumlah pekerja yang cukup besar pada sektor pertanian karena beralih ke sektor jasa.

Berdasarkan wilayah, pengangguran terendah pada 2018 adalah Provinsi Bali (1,37 persen), Nusa Tenggara Timur (3,01 persen), dan Sulawesi Barat (3,16 persen). Sementara pengangguran tertinggi pada 2018 adalah Banten (8,52 persen), Jawa Barat (8,17 persen), dan Maluku (7,27 persen).

"Dibandingkan setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,34 poin, sedangkan TPT perdesaan meningkat sebesar 0,03 poin. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah pekerja di sektor pertanian yang menyusut. Para pekerja di desa yang keluar dari sektor pertanian namun belum memperoleh pekerjaan baru menjadi beban pengangguran di perdesaan," tambahnya.

Data-data diatas berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2018 yang dilaksanakan Badan Pusat Stastistik (BPS), dengan sampel sebanyak 200 ribu rumah tangga hingga ke tingkat kabupaten/kota yang menangkap fenomena di luar masa panen menyatakan bahwa hasil data Sakernas Agustus 2018 terlihat lebih tinggi daripada angka Sakernas Februari 2018.

Patut dicatat, data Agustus lebih baik jika digunakan untuk menggambarkan kondisi tahunan karena beberapa faktor, yakni masa tahun ajaran selesai sehingga banyak lulusan sekolah masuk angkatan kerja dan belum terserap pasar kerja, juga bukan merupakan masa panen besar sehingga terjadi perpindahan yang besar ke kelompok bukan angkatan kerja, dan jumlah angkatan kerja cenderung lebih kecil.

Oleh karena itu, pembandingan harus merujuk angka pada periode yang sama di tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Secara matematis, TPT akan membesar karena penyebut dalam rumus (angkatan kerja) berkurang banyak, meskipun jumlah pengangguran menurun.

“Jumlah lapangan kerja Indonesia pada 2018 telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu meningkat 2,99 juta dibandingkan 2017. Dalam rentang 2015-2018, Pemerintah telah berhasil menciptakan 9,38 juta lapangan kerja," kata Bambang lagi.

Menurutnya, secara absolut, jumlah pengangguran juga turun sebesar 40 ribu orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) telah berhasil diturunkan menjadi 5,34 persen tahun ini.

"Jika pertumbuhan ekonomi mencapai target RKP 2019 sebesar 5,2-5,6 persen, TPT dapat diturunkan menjadi 4,8-5,2 persen pada 2019. Penurunan ini dapat dicapai dengan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,6-2,9 juta orang dan lapangan kerja formal di sektor bernilai tinggi dapat menyerap angkatan kerja berpendidikan SMA ke atas,” pungkas Bambang.***

Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Daerah Diminta Turut Andil Dukung Usaha Kecil Menengah
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah daerah mendapatkan dorongan serius dari pemerintah pusat supay...
23 Mar 2019
Petani Bandung Barat Dapat Bantuan Alat Mesin Pertanian hingga Bibit Tanaman
BANDUNG | KUWERA.ID - Para petani lagi-lagi mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan)...
23 Mar 2019
Aturan Wajib Tanam dari Kementan Jangkau Hampir 6 Ribu Hektare
JAKARTA | KUWERA.ID - Realisasi kebijakan wajib tanam bawang putih hingga kini mencapai lu...
23 Mar 2019
Gubernur BI Ungkap Efek Daya Beli yang Membantu Pertumbuhan Ekonomi Negara
JAKARTA | KUWERA.ID - Kondisi perekonomian Indonesia masih dalam jalur yang baik. Bahkan Bank Indone...
23 Mar 2019
Pemerintah Dorong Lulusan Pesantren Jadi Wirausaha Andal
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha di Tanah Air, s...
23 Mar 2019
Resmikan Pasar Badung, Presiden Apresiasi Keindahan Arsitekturnya
BADUNG - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, Jumat, 22 Maret 2019, meres...
23 Mar 2019
Paguyuban 38 Produsen Sigaret Pekerjakan 40 Ribu Orang
SLEMAN - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produk...
23 Mar 2019
Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja
SLEMAN - Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi salah satu sektor manufaktur nasional yang strategis ...
23 Mar 2019
Penjajakan, Dua Bendungan Ditangani Swasta Lewat Skema KPBU
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjajaki pihak swasta ...
22 Mar 2019
Inilah Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Soal Suku Bunga Acuan
JAKARTA - Langkah diambil bank sentral jadi apresiasi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasuti...
22 Mar 2019