My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Kemenkop-UKM Rangkul Penyedia Aplikasi Keuangan Digital untuk UKM
14 Mar 2019

Kemenkop-UKM Rangkul Penyedia Aplikasi Keuangan Digital untuk UKM
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop- UKM, Victoria Simanungkalit mengungkapkan, pemanfaatan teknologi digital agar koperasi dan UKM tidak ketinggalan terhadap persaingan bisnis global, sekaligus memperkuat sumberdaya manusia (SDM).

SOLO | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) akhirnya mengikat kerja sama dengan PT Solusi Cerdas Otomasi Usaha Terbaik (SCOUT), Rabu (13/3/2019). Pasalnya, SCOUT selama ini terkenal sebagai penyedia aplikasi keuangan digital (Kendi).

Kemenkop berharap, dengan kerja sama itu akan lebih membantu UKM. Lantaran aplikasi digital dinilai dapat diharapkan untuk mendorong laporan keuangan UKM terekam dengan baik.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop- UKM, Victoria Simanungkalit mengungkapkan, pemanfaatan teknologi digital agar koperasi dan UKM tidak ketinggalan terhadap persaingan bisnis global, sekaligus memperkuat sumberdaya manusia (SDM). Dengan tekonologi, pelaku UKM diharapkan dapat cepat merespon, mengevaluasi, dan mengantipasi. 

“Untuk itu, kami mencoba memperkuat SDM koperasi dan UKM agar mereka semakin ramah memanfaatkan teknologi,” kata Victoria usai penandatangan MoU penggunaan aplikasi keuangan digital Kendi bagi koperasi dan UKM yang digelar di Solo.

Penguatan SDM itu antara lain dengan mendorong penggunaan aplikasi digital yang semakin memudahkan berbisnis. Baik aplikasi dalam hal administrasi keuangan atau pemasaran. “Salah satu yang kami kerjasamakan adalah keuangan digital, yang digagas dengan Kendi,” terangnya. 

Tujuannya agar bisnis koperasi dan UKM semakin profesional dan efisien. Sebab dengan penggunaan aplikasi digital, mereka secara tidak sadar dididik membuat laporan pembukuan dengan baik. Sehingga perkembangan bisnisnya terekam dengan baik, sekaligus dapat menilai dan mengevaluasi guna memperbaiki kekurangan kekurangannya.

Selama ini, salah satu kendala UKM adalah membuat laporan keuangan dengan baik. Harapannya memudahkan UKM lebih dekat dengan perbankan. Sebab laporan keuangan menjadi salah dasar pengajuan kredit ke bank. Selama ini, UKM banyak yang tidak bisa mengakses pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) karena laporan keuangan tak tercatat dengan baik. Penggunaan aplikasi digital karena UKM kini telah ramah dengan handphone android. Sehingga penggunaan internet didorong untuk mendukung perkembangan bisnis yang digeluti.

Chief Executive Officer Kendi, Pietra Sarosa mengemukakan, aplikasi Kendi dikembangkan sebagai solusi untuk masalah literasi keuangan dan akses permodalan UKM. Kendi merupakan platform Inovasi keuangan digital modern untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang untuk pertama kalinya di Indonesia menggabungkan sistem Point-of-Sale / kasir, P2P Funding, dan teknologi Blockchain. 

“Aplikasi ini menyediakan fasilitas pencatatan transaksi layaknya fungsi mesin kasir, pelaporan dan analisis keuangan, pendanaan, serta audit bisnis transparan untuk meningkatkan skala bisnis UMKM Indonesia,” tandas Pietra Sarosa.

Sebagai platform digital yang berfokus pada UMKM, Kendi selalu berupaya mendesain aplikasi sesuai dengan kebutuhan mendasar mereka. Beberapa feature Kendi antara lain mudah penggunaan agar UMKM dapat melakukan input data dengan prinsip satu tangan. Pelaku UMKM tidak harus membuat laporan keuangan sendiri karena aplikasi Kendi dapat langsung membuatkan laporan keuangan dengan lengkap untuk kegiatan transaksi, laporan laba rugi, manajemen inventorisasi, piutang dan lainnya. Pemberi pinjaman atau financier dapat melihat data secara jelas, sehingga kepercayaan antara UMKM dan lender dapat terbangun.***

Ekonomi Digital
Infrastruktur
Investasi
DATA BERITA TERPOPULER
Jalan Teraspal 85 KM di Perbatasan RI-Timor Leste, PUPR Targetkan sampai 131 KM
KUWERA | Jakarta - Pemerintah masih terus melaksanakan pembangunan jalan perbatasan di kawasan terlu...
20 Mei 2019
Hemat Devisa Negara, Green Fuel Jadi Perhatian Serius Pemerintah
KUWERA.ID | Jakarta - Pemerintah memastikan sudah mengambil berbagai langkah untuk menekan defi...
20 Mei 2019
Produk Manufaktur Catat 74,77 Persen dari Total Ekspor RI
KUWERA.ID | Jakarta - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terh...
20 Mei 2019
Usai Studi Kelayakan, LHK Keluarkan Izin 422 Ha untuk Bendungan
KUWERA.ID | Ambon - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah menerbitk...
20 Mei 2019
Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi ...
18 Mei 2019
Garap 98 Proyek Strategis, Pertamina Alokasikan 27,4 Triliun
JAKARTA | KUWERA.ID - PT Pertamina (Persero) sudah mengalokasikan USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,4...
18 Mei 2019
Prioritas Pemerintah, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17 KM di Mandalika
MANDALIKA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)...
18 Mei 2019
Menko Darmin: Pemerintah Sudah Terapkan Strategi Genjot Ekspor
JAKARTA | KUWERA.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jumat (17/5/...
18 Mei 2019
Kembangkan UMKM, Kemenkop Gandeng 3 Perguruan Tinggi
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun ...
17 Mei 2019
Soal Sistem Pengawasan, Kemenkop Siap Belajar dari Bank Dunia dan OJK
JAKARTA | KUWERA.ID - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno mengakui ke...
17 Mei 2019