My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Empat Tahun JKW-JK: Gencarkan Infrastruktur untuk Pemerataan dan Naikkan Daya Saing
23 Okt 2018

Empat Tahun JKW-JK: Gencarkan Infrastruktur untuk Pemerataan dan Naikkan Daya Saing


JAKARTA - Selama empat tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) menunjukkan gebrakan dengan mengalihkan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk subsidi kepada belanja produktif, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia, sekaligus pemerataan akses di Tanah Air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) menegaskan hal itu saat membahas 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Daya Saing", bertempat di Auditorium Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018). 

"Apa yang sudah kita lakukan sekarang ini telah men-support daya saing walaupun kecil, dari peringkat 47 ke 45. Jadi walaupun infrastruktur sudah fokus besar-besaran, masih saja tetap kurang. Padahal kita ingin minimal mencapai nomor 40 (peringkat) daya saing ini," jelasnya.

Konektivitas

Pada sisi konektivitas, selama empat tahun terakhir pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 3.432 km dan jalan tol sepanjang 941 km. Khusus untuk jalan tol, pencapaian selama empat tahun ini sudah melebihi pencapaian pemerintahan dari sebelum tahun 2014 yang hanya sepanjang 780 km.

Kemudian pemerintah juga telah membangun jembatan sepanjang 39,8 km dan jembatan gantung sebanyak 134 unit yang menghubungakan antardesa di seluruh Indonesia. 

"Jembatan gantung ini untuk menggantikan jembatan indiana jones, supaya anak-anak sekolah aman dan produksi pertanian dari desa-desa lancar. Sampai tahun 2018 ini sudah terbangun 134 jembatan gantung, dan ditargetkan ditambah lagi 166 jembatan gantung di tahun 2019," imbuh Menteri Basuki.

Mendukung ketahanan pangan

Sementara guna mendukung ketahanan pangan, pemerintah saat ini tengah membangun 65 bendungan dan irigasi, di mana hingga 2018 telah rampung 17 proyek. Sebab, menurut Menteri Basuki, nawacita ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa adanya ketahanan air. 

"Kalau di NTB dan NTT mau maju ya harus air, air, air. Di NTT dibangun tujuh bendungan dan sudah rampung dua. Selain bendungan, kita juga bangun embung-embung kecil yang dibutuhkan untuk peternakan dan holtikultura. Hingga 2018 telah terbangun 949 embung," tambahnya.

Pemerataan pembangunan

Di sisi pemerataan pembangunan, pemerintah juga tak lupa membangun jalan di perbatasan Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Di perbatasan kalimantan, total 1.692 km jalan sudah ditembus dengan sisa yang belum tembus sekitar 200 km. Kemudian di NTT sudah tembus semua sepanjang 1.762 km dan di Papua yang sudah tembus sepanjang 909 km dengan sisa yang belum tembus 198 km. 

Selain jalan, di perbatasan juga dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) guna menumbuhkan kegiatan ekonomi. Setidaknya saat ini sudah ada tujuh PLBN, yakni PLBN Wini, Motamasin, dan Motaain di NTT, PLBN Skouw di Papua, dan PLBN Entikong, Badau, dan Aruk di Kalimantan Barat. 

"Tiap ada PLBN, pasti ada pembangunan pasar, karena kita tidak ingin gagah-gagahan saja, tapi juga menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan. Dulu orang ke perbatasan bawa mobil buka lapak. Sekarang sudah ada pasarnya. Di Skouw itu perdagangannya emas lho, jangan salah, bukan hanya jajanan," ungkap Menteri Basuki.*** (Editor: Zo)

Joko Widodo
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Operasi Pasar, Pemerintah Siapkan Beras 2,4 Juta Ton
JAKARTA - Tidak kurang dari 2,4 juta ton beras telah disiapkan pemerintah untuk dipakai sepanjang op...
12 Nov 2018
Sri Mulyani Ingin Kemenkeu Jaga Keuangan Negara dengan Semangat Pahlawan
JAKARTA - Peringatan Hari Pahlawan tak ketinggalan turut diperingati oleh jajaran Kementerian Keuang...
12 Nov 2018
Melihat Langkah Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia dan Soal Transaksi Berjalan
Jakarta - Perekonomian global masih dalam ketidakpastian perekonomian. Tak pelak, kondisi tersebut t...
12 Nov 2018
Menteri Darmin Ungkap Alasan di Balik SK Perhutanan Sosial
BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Minggu (11/11/2018) menerang...
12 Nov 2018
Presiden Jokowi Dianugerahi Pinisepuh Paguyuban Pasundan
JAKARTA - Jalan Sumatera No. 1 di Kota Bandung, Minggu (11/11/2018) terlihat lebih ramai dari biasan...
12 Nov 2018
Blusukan ke Pasar hingga CFD Dago, Jokowi Bandingkan Harga di Tiga Kota
BANDUNG - Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, menjadi sasaran Presiden Joko Widodo mengawali hari...
12 Nov 2018
Naik Motor ke Braga, Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
BANDUNG - Berpenampilan santai, dan hanya berkendara sepeda motor costum miliknya, Presiden Jok...
12 Nov 2018
Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk Masyarakat Jawa Barat
JAKARTA - Di Taman Hutan Rakyat Juanda, Kota Bandung, Minggu sore, (11/11/ 2018), Presiden Joko Wido...
12 Nov 2018
Usai Ikut Gowes, Presiden Jokowi Kirim Pesan untuk Kalangan Muda
BANDUNG - Selain memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Presiden Joko Widodo sempat menghadiri p...
10 Nov 2018
Buka Bandung Lautan Sepeda, Presiden Jokowi Ikutan Gowes
BANDUNG - Usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikut...
10 Nov 2018