My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Empat Tahun JKW-JK: Gencarkan Infrastruktur untuk Pemerataan dan Naikkan Daya Saing
23 Okt 2018

Empat Tahun JKW-JK: Gencarkan Infrastruktur untuk Pemerataan dan Naikkan Daya Saing


JAKARTA - Selama empat tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) menunjukkan gebrakan dengan mengalihkan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk subsidi kepada belanja produktif, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia, sekaligus pemerataan akses di Tanah Air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) menegaskan hal itu saat membahas 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Daya Saing", bertempat di Auditorium Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018). 

"Apa yang sudah kita lakukan sekarang ini telah men-support daya saing walaupun kecil, dari peringkat 47 ke 45. Jadi walaupun infrastruktur sudah fokus besar-besaran, masih saja tetap kurang. Padahal kita ingin minimal mencapai nomor 40 (peringkat) daya saing ini," jelasnya.

Konektivitas

Pada sisi konektivitas, selama empat tahun terakhir pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 3.432 km dan jalan tol sepanjang 941 km. Khusus untuk jalan tol, pencapaian selama empat tahun ini sudah melebihi pencapaian pemerintahan dari sebelum tahun 2014 yang hanya sepanjang 780 km.

Kemudian pemerintah juga telah membangun jembatan sepanjang 39,8 km dan jembatan gantung sebanyak 134 unit yang menghubungakan antardesa di seluruh Indonesia. 

"Jembatan gantung ini untuk menggantikan jembatan indiana jones, supaya anak-anak sekolah aman dan produksi pertanian dari desa-desa lancar. Sampai tahun 2018 ini sudah terbangun 134 jembatan gantung, dan ditargetkan ditambah lagi 166 jembatan gantung di tahun 2019," imbuh Menteri Basuki.

Mendukung ketahanan pangan

Sementara guna mendukung ketahanan pangan, pemerintah saat ini tengah membangun 65 bendungan dan irigasi, di mana hingga 2018 telah rampung 17 proyek. Sebab, menurut Menteri Basuki, nawacita ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa adanya ketahanan air. 

"Kalau di NTB dan NTT mau maju ya harus air, air, air. Di NTT dibangun tujuh bendungan dan sudah rampung dua. Selain bendungan, kita juga bangun embung-embung kecil yang dibutuhkan untuk peternakan dan holtikultura. Hingga 2018 telah terbangun 949 embung," tambahnya.

Pemerataan pembangunan

Di sisi pemerataan pembangunan, pemerintah juga tak lupa membangun jalan di perbatasan Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Di perbatasan kalimantan, total 1.692 km jalan sudah ditembus dengan sisa yang belum tembus sekitar 200 km. Kemudian di NTT sudah tembus semua sepanjang 1.762 km dan di Papua yang sudah tembus sepanjang 909 km dengan sisa yang belum tembus 198 km. 

Selain jalan, di perbatasan juga dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) guna menumbuhkan kegiatan ekonomi. Setidaknya saat ini sudah ada tujuh PLBN, yakni PLBN Wini, Motamasin, dan Motaain di NTT, PLBN Skouw di Papua, dan PLBN Entikong, Badau, dan Aruk di Kalimantan Barat. 

"Tiap ada PLBN, pasti ada pembangunan pasar, karena kita tidak ingin gagah-gagahan saja, tapi juga menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan. Dulu orang ke perbatasan bawa mobil buka lapak. Sekarang sudah ada pasarnya. Di Skouw itu perdagangannya emas lho, jangan salah, bukan hanya jajanan," ungkap Menteri Basuki.*** (Editor: Zo)

Joko Widodo
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Bahas Infrastruktur, Presiden Jokowi Panggil Tiga Gubernur ke Istana
JAKARTA | KUWERA.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiga gubernur dari berbagai kawasan...
23 Apr 2019
Jelang Ramadan, Presiden Jokowi Kerahkan Petinggi Negara Pastikan Harga Stabil
JAKARTA | KUWERA.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ...
23 Apr 2019
Industri Melesat, Serap 18 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA | KUWERA.ID - Serapan tenaga kerja di sektor industri terus meningkat yakni dari 15,54 juta ...
23 Apr 2019
Investasi Meningkat, Pemerintah Aktif Siapkan SDM Industri Kompeten
JAKARTA | KUWERA.ID - Menghadapi perkembangan industri dan investasi yang meningkat, pemerintah mela...
23 Apr 2019
Harga Terpantau Stabil, Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Resah
GORONTALO | KUWERA.ID - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Goron...
23 Apr 2019
Pastikan Harga Stabil, Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok hingga Lebaran
BENGKULU | KUWERA.ID - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan (Kemendag...
23 Apr 2019
Kementan Sosialisasi Alat Pertanian Modern kepada Pelajar
JAKARTA | KUWERA.ID - Gencarnya Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan berbagai program untuk...
23 Apr 2019
Industri Mainan Anak Produk Indonesia Catat Ekspor Lebih dari USD 319 Juta
JAKARTA | KUWERA.ID - Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kon...
22 Apr 2019
Di London, OJK Ajak Investor Inggris Berinvestasi di Pasar Keuangan Indonesia
JAKARTA | KUWERA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang investor Inggris untuk berinvesta...
22 Apr 2019
Industri Penerbangan Berpotensi Serap Tenaga Kerja Perempuan 50 Persen
JAKARTA | KUWERA.ID -- Industri penerbangan internasional mendorong keterlibatan para pere...
22 Apr 2019