My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Pemerintah Bangun Arena Aquatic untuk PON XX Papua
7 Des 2018

Pemerintah Bangun Arena Aquatic untuk PON XX Papua
Kontrak pembangunannya sebesar Rp 401,29 miliar, yang dibangun di wilayah Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Arena Aquatic yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020. Dimulainya pembangunan, ditandai oleh penandatanganan kontrak kerja sama antara Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, pada Rabu (5/12/18).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu mengatakan pembangunan infrastruktur untuk mendukung PON XX di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari desain hingga pembangunannya. Salah satunya yang dibangun Kementerian PUPR adalah Arena Aquatic.

Kontrak pembangunannya sebesar Rp 401,29 miliar, yang dibangun di wilayah Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Arena Aquatic dilengkapi fasilitas pool system sesuai standar Fédération Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang.  Pembangunan diharapkan akan selesai pada April 2020.

Direktur Bina Penataan Bangunan, Iwan Suprijanto yang menyaksikan proses penandatanganan kontrak paket pekerjaan tersebut mengatakan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 10 tahun 2017 terkait penyelenggaraan PON XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI tahun 2020 di Papua, Kementerian PUPR diberikan amanat membangun empat venue, yaitu Istora, Aquatic, Cricket, dan Hoki.

“Sebelumnya sudah dilaksanakan penandatanganan kontrak pembangunan venue Istora Papua pada November 2018 lalu,” kata Iwan. Terkait terjadinya peristiwa penembakan pekerja Jembatan Yigi dan Aorak di Kabupaten Nduga, Papua, pihak kontraktor diminta meningkatkan kordinasi dengan pihak keamanan.

“Kesiapan ditingkatkan termasuk pengamanan yang memadai, mulai dari kordinasi lintas sektoral dengan Kementerian/lembaga. Kontraktor pelaksana bekerja optimal agar selesai tepat waktu,” tambah Iwan.

Sejumlah fasilitas akan melengkapi venue ini diantaranya lighting meliputi sports dan area floodlighting dengan standar field of play (FOP), timing system, master clock dengan di lantai 1, lantai 2, dan scoring board. Arena Aquatic juga akan  dilengkapi fasilitas tata suara dan tata udara, CCTV, dan tribun penonton. Selain itu juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti penataan kawasan untuk parkir, landscape, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan.

Kontrak Pembangunan Rehabilitasi Fasos dan Fasum di NTB
Selain Arena Aquatic, juga dilakukan  penandatanganan kontrak Pekerjaan Bangunan Sementara Fasilitas Umum dan Sosial Pascabencana Gempa Bumi di NTB beberapa waktu lalu. Kontraktor pekerjaan tersebut yakni PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. Brantas Abipraya, dan PT. Nindya Karya (Persero).

Direktur Bina Penataan Bangunan Iwan Suprijanto, menjelaskan kontrak ini berbeda dengan kontrak umumnya dimana pekerjaannya dilakukan setelah penandatanganan kontrak. “Sesuai dengan peraturan LKPP No.13 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat dapat dilakukan pekerjaan terlebih dahulu baru penandatanganan kontrak. Kontrak ini sebagai dasar pembayaran bukan pelaksanaan,” jelas Iwan.

Pascabencana gempa, terdapat laporan 1.317 bangunan gedung yang rusak. Setelah dilakukan verifikasi, 545 unit sarana prasarana diperbaiki oleh Kementerian PUPR dengan 267 unit diantaranya dengan penanganan bangunan sementara.

Dengan adanya kontrak ini, perbaikan Fasos dan Fasum akan dilanjutkan hingga bangunan permanen. Fasilitas yang ditangani yakni fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas keagamaan, dan fasilitas penunjang perekonomian. Nilai kontrak sebesar Rp 1,1 triliun yang ditargetkan selesai pada Desember 2019, namun diupayakan dapat selesai lebih awal pada Juli 2019.***

Infrastruktur
DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Luncurkan Dua Program Hibah Pemeliharaan Jalan Daerah
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan dua program untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daera...
15 Des 2018
Karantina Pertanian Gandeng TNI-POLRI Awasi Zona Rawan Penyelundupan
RIAU - Pesisir Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Perbatasan merupakan zona rawan pen...
15 Des 2018
Dapat Kunjungan Presiden Jokowi, Plt Gubernur Aceh Ungkap Manfaat Dana Desa di Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Aceh, Jumat (14/12) mendapatkan sambutan meriah dari...
15 Des 2018
Di Aceh, Presiden Jokowi Harap Dana Desa Bermanfaat untuk Gampong
BANDA ACEH - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Jumat (14/12), Presiden Republik Indonesia Joko...
15 Des 2018
Saat Mantan GAM Kagumi Hasil Kerja Presiden Jokowi
BANDA ACEH - Saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Banda Aceh dan Aceh Besar, banyak pejabat kabupa...
15 Des 2018
Saat Resmikan Tol di Aceh, Jokowi: Dulu Banyak yang Tidak Percaya, Sekarang Kita Buktikan Bisa
BANDA ACEH - Saat meresmikan proyek pembangunan proyek pembangunan tol di Aceh, Jumat (14/12/2018), ...
15 Des 2018
Mentan Motivasi Mahasiswa, Kampus Bisa Jadi Penggerak Revolusi Pertanian Modern
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tiada henti memberikan motivasi kepada civ...
15 Des 2018
Pemerintah Salurkan KUR Khusus Pengering Padi
MALANG - Pemerintah memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Us...
15 Des 2018
Menperin Ungkap Target dan Peluang Menuju Masa Keemasan RI Tahun 2045
JAKARTA - Indonesia akan memasuki masa keemasan pada tahun 2045 dengan menjadi negara yang maju dan ...
14 Des 2018
Hadir ke Aceh, Presiden Jokowi Buka Tol Pertama Bumi Serambi Mekkah
BANDA ACEH - Menjelang sore hari, Jumat (14/12/2018) Presiden Joko Widodo berada di lokasi groundbre...
14 Des 2018