My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Mengenal Lebih Dekat Diplomasi Ekonomi Jokowi dalam Empat Tahun
22 Okt 2018

Mengenal Lebih Dekat Diplomasi Ekonomi Jokowi dalam Empat Tahun


JAKARTA - Di luar cerita pembangunan infrastruktur yang telah menjadi trademark dari sosok Joko Widodo, dalam empat tahun pemerintahannya pun ada sisi yang menonjolkan bagaimana upaya dilakukannya untuk membuat Indonesia menjadi perhatian dunia. Di antara bukti terdekat adalah bagaimana berbagai event kelas internasional dapat berlangsung di Tanah Air, hingga mendatangkan pemasukan yang tidak sedikit untuk Indonesia.

Berdasarkan catatan kantor Kepala Staf Kepresidenan, Minggu (21/10/2018), event-event berskala internasional yang punya dampak positif bagi keuangan negara tersebut antara lain Trade Expo Indonesia 2017, Indonesia Fair 2018, Indonesia-Africa Forum 2018, serta IMF-WBG 2018.

Pada pameran dagang Trade Expo Indonesia 2017 yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition, 11-15 Oktober 2017. Dalam acara itu, Indonesia sukses menghasilkan transaksi bisnis dengan Rusia sekitar USD 50 juta dari sawit dan kopi.

Adapun beberapa produk yang ditransaksikan pada kesempatan itu yakni Kopi Kapal Api sebanyak 25 kontainer USD 850 ribu, dan 12 kontainer kopi roasting dari Malang sebesar USD 1,2 juta per tahun. Total pendapatan yang diterima ialah USD 52,05 juta.

Selain itu juga ada Indonesia-Africa Forum 2018 pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini berhasil meraih transaksi sebesar USD 586,55 juta dan business announcement senilai USD 1,3 miliar.

Tak pelak, hal itu dinilai sebagai diplomasi ekonomi ala Jokowi. Dan, itu juga diperlihatkan pada Indonesia Fair 2018 yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh, pada 26-28 April 2018. Kegiatan promosi terpadu yang menggabungkan misi dagang, pertunjukan budaya dan promosi pariwisata ini lantas menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp 3,76 triliun.

Teranyar, Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober kemarin. Menurut laporan, anggaran biaya yang harus disiapkan pemerintah untuk menginisiasi perhelatan yang diikuti oleh ribuan perwakilan dari 189 negara ini sekitar Rp 566 miliar.

Tentu saja dampak dari ajang IMF-WB terhadap ekonomi Tanah Air dapat dikatakan jauh lebih besar. Seperti manfaat bagi ekonomi Bali pada rentang waktu 2017-2018 yang diperkirakan sebesar Rp 5,9 triliun.

Manfaat lain bagi negara, yakni besaran investasi untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebanyak Rp 200 triliun, serta prediksi penerimaan pajak yang berkisar antara Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun.

Selain itu, pertemuan internasional IMF-World Bank di Bali menjadi peluang Indonesia menawarkan dan mengenalkan produk khas negara ini kepada masyarakat dunia. Sebut saja terobosan diambil Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) yang mengenalkan sejumlah komoditas pertanian premium miliknya, yaitu Kopi Rollaas dan Teh Sila. Rollaas dan Sila merupakan produk unggulan yang berasal dari perkebunan rakyat milik PTPN Group.

Produk kopi ini bisa dinikmati para delegasi pertemuan IMF-Bank Dunia di Indonesia Pavilion, yakni pameran kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan selama berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018.

“Kami sangat bangga dapat berpartisipasi dalam Indonesia Pavilion, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan kami untuk memamerkan dan memperkenalkan produk PTPN kepada seluruh delegasi IMF-WB Annual Meeting 2018” kata Direktur Keuangan Jatmiko K Santosa, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Jatmiko, event internasional ini merupakan event bergengsi - prestisius, sehingga produk yang dihadirkan pada pameran Indonesia Pavilion ini hanya produk unggulan Indonesia.***

Joko Widodo
Keuangan
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Ekonom Nasional Tony Prasetiantono Meninggal Dunia
JAKARTA - Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya...
17 Jan 2019
Kepala Bappenas Ungkap Tantangan Industri Manufaktur Indonesia
JAKARTA - Tantangan untuk sektor manufaktur Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dan...
17 Jan 2019
Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Isu Cadangan Minyak
Pemerintah melalui Kementerian ESDM angkat bicara mengenai sindiran calon presiden nomor u...
17 Jan 2019
Menko Darmin Jawab Masalah Isu Defisit Perdagangan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan eko...
17 Jan 2019
Menkeu Ungkap Langkah Pemerintah untuk Menekan Impor Migas
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berupay...
17 Jan 2019
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Masih Lampaui 70 Persen, Infrastruktur Paling Memuaskan
JAKARTA - Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cukup ...
17 Jan 2019
Menaker Minta Perusahaan Serius Terapkan Manajemen Keselamatan Kerja
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahany...
17 Jan 2019
Industri Makanan dan Minuman Makin Tumbuh, Kebutuhan Gula Meningkat
JAKARTA - Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor i...
17 Jan 2019
Mendes PDTT Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa Di Forum Techtalk Bali
DENPASAR - Revolusi Industri 4.0 dengan pemanfaatan data, big data dan artifisial intelligence menja...
17 Jan 2019
Wamenkeu Berharap Peran Strategis BPD Lebih Ditingkatkan
JAKARTA - Bank Pemerintah Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Secara umu...
17 Jan 2019