My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Ekonom Sebut Pengaruh Kebijakan Bank Sentral atas Penguatan Rupiah
8 Nov 2018

Ekonom Sebut Pengaruh Kebijakan Bank Sentral atas Penguatan Rupiah


JAKARTA - Tampaknya sepanjang satu pekan terakhir menjadi penanda bagi tren positif rupiah. Pasalnya, kurs rupiah dalam sepekan terakhir ini terus mengalami penguatan.Sebut saja Rabu sore (07/11/2018), rupiah tercatat sebesar Rp14.565 per dolar AS, atau naik 1,6 persen dari hari sebelumnya sebesar Rp14.803 per dolar AS

Menurut Reuters, penguatan rupiah dalam sepekan terakhir ini sudah tercium sejak 2 November 2018. Penguatan rupiah ini merupakan lanjutan dari efek diterapkannya fasilitas Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh Bank Indonesia.

Melansir Tirto, ekonom pun mengakui pengaruh DNDF yang diterapkan BI. “Saya melihat penguatan rupiah ini masih merupakan lanjutan dari respons positif pasar atas fasilitas DNDF yang dikeluarkan Bank Indonesia,” tutur Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal, Rabu (07/11/2018).

Tak hanya itu, penguatan rupiah pada hari Rabu juga didorong dari respons pasar terhadap pemilu sela di AS, di mana ada perkiraan bahwa Partai Demokrat akan memimpin perolehan kursi di House of Representative dan Senat AS.

Menurut Fithra, apabila Partai Demokrat di AS menang dalam pemilu sela ini, maka kemungkinan besar parlemen memiliki kekuatan untuk menahan kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump yang kerap kali kontroversial.

“Misal, kebijakan non tarif. Itu kan banyak di support Republik. Nah, kalau Demokrat bisa menang, maka Trump sudah tidak bisa semena-mena lagi dalam mengeluarkan kebijakan luar negerinya,” katanya.

Meski demikian, lanjut Fithra, penguatan rupiah ini hanya berlangsung sementara saja. Pada akhir bulan ini, ia memperkirakan rupiah kembali ke level Rp15.000 per dolar AS mengingat defisit transaksi berjalan Indonesia masih belum baik.*** (Editor: Zo)
 

Keuangan
DATA BERITA TERPOPULER
Pemerintah Daerah Diminta Turut Andil Dukung Usaha Kecil Menengah
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah daerah mendapatkan dorongan serius dari pemerintah pusat supay...
23 Mar 2019
Petani Bandung Barat Dapat Bantuan Alat Mesin Pertanian hingga Bibit Tanaman
BANDUNG | KUWERA.ID - Para petani lagi-lagi mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan)...
23 Mar 2019
Aturan Wajib Tanam dari Kementan Jangkau Hampir 6 Ribu Hektare
JAKARTA | KUWERA.ID - Realisasi kebijakan wajib tanam bawang putih hingga kini mencapai lu...
23 Mar 2019
Gubernur BI Ungkap Efek Daya Beli yang Membantu Pertumbuhan Ekonomi Negara
JAKARTA | KUWERA.ID - Kondisi perekonomian Indonesia masih dalam jalur yang baik. Bahkan Bank Indone...
23 Mar 2019
Pemerintah Dorong Lulusan Pesantren Jadi Wirausaha Andal
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha di Tanah Air, s...
23 Mar 2019
Resmikan Pasar Badung, Presiden Apresiasi Keindahan Arsitekturnya
BADUNG - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, Jumat, 22 Maret 2019, meres...
23 Mar 2019
Paguyuban 38 Produsen Sigaret Pekerjakan 40 Ribu Orang
SLEMAN - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produk...
23 Mar 2019
Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja
SLEMAN - Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi salah satu sektor manufaktur nasional yang strategis ...
23 Mar 2019
Penjajakan, Dua Bendungan Ditangani Swasta Lewat Skema KPBU
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjajaki pihak swasta ...
22 Mar 2019
Inilah Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Soal Suku Bunga Acuan
JAKARTA - Langkah diambil bank sentral jadi apresiasi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasuti...
22 Mar 2019