My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Inilah Faktor di Balik Penguatan Rupiah Menurut Bank Sentral
8 Nov 2018

Inilah Faktor di Balik Penguatan Rupiah Menurut Bank Sentral


JAKARTA - Penguatan mata uang rupiah beberapa waktu terakhir tak lepas dari sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah. Itulah yang ditegaskan Bank Indonesia baru-baru ini.

Seperti diketahui, salah satu hal yang dilakukan pemerintah adalah meluncurkan sejumlah kebijakan baru untuk menekan dan mengelola defisit transaksi berjalan.

“Sudah mulai terlihat, namun memang belum bisa dilihat secara maksimal,” kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, kondisi defisit pada transaksi berjalan merupakan salah satu penyebab dari melemahnya mata uang rupiah. Maka itu, perbaikan kinerja terhadap neraca perdagangan pun semakin digenjot pemerintah.

Menurut Dody, hasil dari penerapan berbagai kebijakan itu kemungkinan baru akan bisa terlihat lebih banyak pada kuartal IV 2018. Mengingat kebijakan tersebut baru diterbitkan sekitar September 2018 lalu, maka hasilnya pun masih relatif belum begitu terasa. 

Kebijakan pada sejumlah aspek seperti investasi dan infrastruktur, disebutkan Dody masih terus berlangsung. Sedangkan untuk impor barang-barang non-strategis seperti konsumsi dinilainya sudah relatif lebih rendah. “Angka pertumbuhan impor riil sendiri pada kuartal III 2018 lebih rendah dibandingkan kuartal II 2018. Jadi itu sudah dukungan,” ucap Dody.

“Jangan langsung kita lihat dampak impornya langsung berkurang. Karena bagaimanapun juga ada impor untuk capex (capital expenditure) itu yang terus berjalan,” Dody menambahkan.

Selain itu, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adriyanto, menilai penguatan rupiah jelas dipengaruhi sentimen dari dalam negeri. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi secara global juga mulai membaik sehingga investor pun jadi lebih tenang.

Terkait pengaruh dari kebijakan yang diterapkan pemerintah, Adriyanto lantas mencontohkan soal kebijakan B20. Meski tidak menampik apabila implementasinya sempat cukup lama terealisasi, namun ia mengklaim dampaknya sudah mulai terasa.

“Kalau kita lihat impor solar bulan Agustus ke September 2018 sudah bergerak turun. Memang sempat naik di Oktober, tapi trennya mulai turun,” ucap Adriyanto.*** (Editor: Zo)

Keuangan
DATA BERITA TERPOPULER
Ekonom Nasional Tony Prasetiantono Meninggal Dunia
JAKARTA - Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya...
17 Jan 2019
Kepala Bappenas Ungkap Tantangan Industri Manufaktur Indonesia
JAKARTA - Tantangan untuk sektor manufaktur Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dan...
17 Jan 2019
Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Isu Cadangan Minyak
Pemerintah melalui Kementerian ESDM angkat bicara mengenai sindiran calon presiden nomor u...
17 Jan 2019
Menko Darmin Jawab Masalah Isu Defisit Perdagangan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan eko...
17 Jan 2019
Menkeu Ungkap Langkah Pemerintah untuk Menekan Impor Migas
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berupay...
17 Jan 2019
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Masih Lampaui 70 Persen, Infrastruktur Paling Memuaskan
JAKARTA - Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cukup ...
17 Jan 2019
Menaker Minta Perusahaan Serius Terapkan Manajemen Keselamatan Kerja
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahany...
17 Jan 2019
Industri Makanan dan Minuman Makin Tumbuh, Kebutuhan Gula Meningkat
JAKARTA - Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor i...
17 Jan 2019
Mendes PDTT Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa Di Forum Techtalk Bali
DENPASAR - Revolusi Industri 4.0 dengan pemanfaatan data, big data dan artifisial intelligence menja...
17 Jan 2019
Wamenkeu Berharap Peran Strategis BPD Lebih Ditingkatkan
JAKARTA - Bank Pemerintah Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Secara umu...
17 Jan 2019