My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Memasuki November, Rupiah Mampu Hajar Balik Dolar AS
9 Nov 2018

Memasuki November, Rupiah Mampu Hajar Balik Dolar AS


JAKARTA - Memasuki November 2018, rupiah mampu menunjukkan kemampuan melawan tekanan dolar AS. Bahkan Dolar AS sudah menyentuh level Rp 14.500-an sejak kemarin dan hari ini.

Merujuk data perdagangan Reuters dolar AS tercatat Rp 14.569. Dolar AS mulai melemah sejak 1 November 2018 setelah sempat menempati posisi Rp 15.138.

Memasuki tanggal 2 November 2018 rupiah mulai menguat ke posisi Rp 14.950. Setelahnya sempat ada sedikit tekanan yang menyebabkan dolar AS kembali naik ke level Rp 14.967. 

Namun di awal pekan ini, dolar AS tercatat masih di kisaran Rp 14.982 kemudian sepanjang hari tekanan terus mereda. Hingga pada Selasa (6/11) dolar AS tercatat Rp 14.797. 

Kemudian pada Rabu dolar AS sudah masuk ke level Rp 14.500an. Ini artinya selama 4 hari rupiah telah terapresiasi atau menguat 3,75% terhadap dolar AS. 

Sebelumnya Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menjelaskan penguatan yang terjadi pada rupiah terjadi karena confidence terhadap mata uang garuda ini semakin menguat. 

"Hal ini juga dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS terhadap seluruh mata uang di dunia, karena menguatnya ekspektasi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu untuk menguasai kongres AS," kata Nanang.*** (Editor: Zo)

Keuangan
DATA BERITA TERPOPULER
Ekonom Nasional Tony Prasetiantono Meninggal Dunia
JAKARTA - Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya...
17 Jan 2019
Kepala Bappenas Ungkap Tantangan Industri Manufaktur Indonesia
JAKARTA - Tantangan untuk sektor manufaktur Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dan...
17 Jan 2019
Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Isu Cadangan Minyak
Pemerintah melalui Kementerian ESDM angkat bicara mengenai sindiran calon presiden nomor u...
17 Jan 2019
Menko Darmin Jawab Masalah Isu Defisit Perdagangan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan eko...
17 Jan 2019
Menkeu Ungkap Langkah Pemerintah untuk Menekan Impor Migas
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berupay...
17 Jan 2019
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Masih Lampaui 70 Persen, Infrastruktur Paling Memuaskan
JAKARTA - Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cukup ...
17 Jan 2019
Menaker Minta Perusahaan Serius Terapkan Manajemen Keselamatan Kerja
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahany...
17 Jan 2019
Industri Makanan dan Minuman Makin Tumbuh, Kebutuhan Gula Meningkat
JAKARTA - Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor i...
17 Jan 2019
Mendes PDTT Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa Di Forum Techtalk Bali
DENPASAR - Revolusi Industri 4.0 dengan pemanfaatan data, big data dan artifisial intelligence menja...
17 Jan 2019
Wamenkeu Berharap Peran Strategis BPD Lebih Ditingkatkan
JAKARTA - Bank Pemerintah Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Secara umu...
17 Jan 2019