My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Melihat Lagi Gagasan Mentan Amran Soal Lahan Rawa sebagai Solusi Paceklik
19 Okt 2018

Melihat Lagi Gagasan Mentan Amran Soal Lahan Rawa sebagai Solusi Paceklik


BARITO KUALA - Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 kali ini digelar di Kalimantan Selatan sejak tanggal 18 hingga 21 Oktober. Pihak Kementerian Pertanian optimistis bahwa acara tersebut mampu memberikan terobosan atau inovasi baru untuk kesediaan pangan Indonesia.

Pasalnya, HPS yang mengangkat tema utama Pemanfaatan Lahan Rawa ini, berhasil membangunkan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif, sehingga lahan rawa kini menjadi obat paceklik.

“Saya melihat, yang kita inginkan di sini adalah ada solusi baru untuk pangan Indonesia. Kami bangun di lahan rawa ini ada inovasi baru. Ini pesan terpenting dari pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tahun ini. Termanfaatkanya lahan rawa di Kalimantan Selatan ini, menjadi obatnya paceklik,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mengecek kesiapan pilot pengembangan lahan rawa di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10), menjelang acara HPS berlangsung.

Menurut Amran, lahan rawa sebagai solusi baru ini ternyata bisa menghasilkan pangan, terutama beras pada musim paceklik. Karenanya, paceklik yang terjadi berlangsung pada bulan November hingga Januari tidak menyebabkan stok padi nasional turun drastis.

“Bulan November yang tinggal 2 minggu lagi, Desember dan Januari panen padi di pulau Jawa menurun, bahkan dikenal dengan paceklik. Tetapi ditopang dari luar pulau Jawa, rawa-rawa kita bangun dari selatan-selatan. Apa itu selatan-selatan, yakni Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Ada 5 provinsi yang kita bangun yang luasnya kurang lebih 10 juta hektare. Jadi generasi kita ke depan, tidak usah ragu, kita sudah menemukan solusi baru untuk pangan Indonesia. Stok beras kita aman,” tegas Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan pada peringatan HPS di Kalimantan Selatan ini, Kementan berhasil mengembangkan lahan rawa menjadi lahan padi produktif seluas 4.000 hektare. Sebanyak 750 ribu di antaranya sudah ditanami padi, bahkan direncanakan siap dipanen pada puncak peringatan HPS. 

Karena itu, sambungnya, pemanfaatan lahan rawa dilakukan secara berkelanjutan untuk menghasilkan komoditas pangan strategis terutama beras. Kementan telah menyusun berbagai regulasi pendukung agar lahan rawa tetap sebagai lahan pertanian produktif.

“Regulasi untuk keberlanjutan pemanfaatan lahan rawa pasca HPS ini sudah buat dari awal, semua yang menghambat kepentingan rakyat petani kita cabut. Ada 241 regulasi pertanian pertanian telah dicabut yang menghambat percepatan produksi pangan,” sebutnya.

Amran menerangkan ke depan lahan rawa diharapkan bisa menjadi solusi ketahanan pangan, ditengah cepatnya laju pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan pertanian. Luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 33,4 juta hektare yang terdiri dari 20,14 juta hektare lahan rawa pasang surut dan 13,26 juta hektar lahan rawa lebak, 9,53 juta hektare diantaranya sesuai untuk pertanian. Lebih besar dari lahan sawah irigasi saat ini hanya seluas 8,1 juta hektare.*** (Editor: Zo)

DATA BERITA TERPOPULER
Operasi Pasar, Pemerintah Siapkan Beras 2,4 Juta Ton
JAKARTA - Tidak kurang dari 2,4 juta ton beras telah disiapkan pemerintah untuk dipakai sepanjang op...
12 Nov 2018
Sri Mulyani Ingin Kemenkeu Jaga Keuangan Negara dengan Semangat Pahlawan
JAKARTA - Peringatan Hari Pahlawan tak ketinggalan turut diperingati oleh jajaran Kementerian Keuang...
12 Nov 2018
Melihat Langkah Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia dan Soal Transaksi Berjalan
Jakarta - Perekonomian global masih dalam ketidakpastian perekonomian. Tak pelak, kondisi tersebut t...
12 Nov 2018
Menteri Darmin Ungkap Alasan di Balik SK Perhutanan Sosial
BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Minggu (11/11/2018) menerang...
12 Nov 2018
Presiden Jokowi Dianugerahi Pinisepuh Paguyuban Pasundan
JAKARTA - Jalan Sumatera No. 1 di Kota Bandung, Minggu (11/11/2018) terlihat lebih ramai dari biasan...
12 Nov 2018
Blusukan ke Pasar hingga CFD Dago, Jokowi Bandingkan Harga di Tiga Kota
BANDUNG - Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, menjadi sasaran Presiden Joko Widodo mengawali hari...
12 Nov 2018
Naik Motor ke Braga, Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
BANDUNG - Berpenampilan santai, dan hanya berkendara sepeda motor costum miliknya, Presiden Jok...
12 Nov 2018
Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk Masyarakat Jawa Barat
JAKARTA - Di Taman Hutan Rakyat Juanda, Kota Bandung, Minggu sore, (11/11/ 2018), Presiden Joko Wido...
12 Nov 2018
Usai Ikut Gowes, Presiden Jokowi Kirim Pesan untuk Kalangan Muda
BANDUNG - Selain memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Presiden Joko Widodo sempat menghadiri p...
10 Nov 2018
Buka Bandung Lautan Sepeda, Presiden Jokowi Ikutan Gowes
BANDUNG - Usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikut...
10 Nov 2018