My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Kabar Baik Petani Sawit: Harga CPO Naik
2 Jan 2019

Kabar Baik Petani Sawit: Harga CPO Naik
Penguatan harga komoditas agrikultur unggulan Indonesia dan Malaysia ini mencapai kenaikan setelah adanya kabar baik dari New Dehli, India. Kabar baik itu meliputi potongan bea impor minyak sawit mentah. Apalagi mereka sudah memutuskan kesepakatan dengan negara di Asia Tenggara.

JAKARTA - Bursa Derivatif Malaysia merilis adanya kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar 0,67 persen ke posisi ringgit Malaysia MYR sebesar 2.119/ton. Kemungkinan besar, kenaikan ini masih akan berlanjut dari perdagangan menjadi 2.105/ton.

Penguatan harga komoditas agrikultur unggulan Indonesia dan Malaysia ini mencapai kenaikan setelah adanya kabar baik dari New Dehli, India, Rabu (2/1/2019). Kabar baik itu meliputi potongan bea impor minyak sawit mentah. Apalagi mereka sudah memutuskan kesepakatan dengan negara di Asia Tenggara.
 
India menaikkan bea impor minyak sawit hingga 44 persen dari angka sebelumnya yang hanya 30 persen. Sedangkan bea impor olahan minyak mereka naik dari 40 persen menjadi 55 persen.
 
Dengan kebijakan ini, para investor bergairah untuk melakukan aksi beli. Pasalnya semakin rendah bea impor maka keuntungan yang didapatkan akan semakin tinggi.
 
Sebagaimana diketahui, India merupakan negara dengan jumlah impor minyak kelapa sawit mentah di dunia dengan total importir sebesar 5,44 juta ton. Angka sebanyak itu sebagain besar berasal dari Indonesia. Sedangkan dari Malaysia angkanya hanya sebesar 1,98 juta ton.

Kemudian, sentimen positif juga terjadi dari rivalnya, yaitu minyak kedelai. Tercatat, hingga siang tadi harga minyak kedelai sudah diperdagangkan sebanyak 12.302 lot pada volume 25 ton/lot. Jumlah ini meningkat dari jumlah perdagagan kemarin yang hanya 7.163 lot.

Namun demikian, kenaikan ini sedikit terhambat karena adanya penguatan nilai Ringgit Malaysia terhadap greenback. Hingga pukul 15:50 WIB tadi, nilai ringgit terapresiasi sebesar 0,36 persen di hadapan dolar.
 
Sekadar diketahui, nilai mata uang ringgit di bursa Malaysia sedang menguat yang akan berdampak pada naiknya harga minya yang berasal dari sawit. Hal ini yang membuat permintaan olahan sawit sedikit tergerus.***

Investasi
DATA BERITA TERPOPULER
Miliki 1,38 Ton Emas, Kementerian LHK Beri Izin Eksplorasi Dompu
MATARAM | KUWERA.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah mengeluarkan Izin ...
26 Mar 2019
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019