My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Mendag Enggar: Produk Indonesia Harus Jadi Raja di Dalam Negeri
28 Des 2018

Mendag Enggar: Produk Indonesia Harus Jadi Raja di Dalam Negeri
“Kemenangan OMO merupakan suatu kebanggaan bagi Yogyakarta karena Maker Fest sangat serius membuat penilaian dengan juri-juri yang independen. Kami sangat mengapresiasi usaha seperti OMO ini yang bermula dari industri rumahan yang dibangun dengan ketekunan maksimal, sehingga saya yakin ini akan menjadi besar,” ujar Enggar. 

YOGYAKARTA - Kementerian Perdagangan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan produk kreatif dan penguatan merek nasional. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau pabrik produsen makanan olahan bayi dan anak-anak yang merupakan pemenang pertama Maker Fest 2018, OMO! Healthy Snack, di Yogyakarta, Kamis (27/12). 

Pada kunjungan tersebut, Mendag Enggar mengaskan bahwa produk kreatif Indonesia harus didukung agar bisa menjadi raja di dalam negeri.

“Kemenangan OMO merupakan suatu kebanggaan bagi Yogyakarta karena Maker Fest sangat serius membuat penilaian dengan juri-juri yang independen. Kami sangat mengapresiasi usaha seperti OMO ini yang bermula dari industri rumahan yang dibangun dengan ketekunan maksimal, sehingga saya yakin ini akan menjadi besar,” ujar Enggar. 

OMO! Healthy Snack merupakan usaha rumahan rintisan Stella Elvina asal Yogyakarta yang memproduksi makanan ringan untuk bayi dan anak-anak dengan bahan-bahan organik dan berkualitas.

OMO juga menegaskan komitmen menjadi produsen makanan terpercaya dengan visi menjadi makanan ringan yang sehat bagi anak, sekaligus mengedukasi orang tua mengenai asupan dan gizi anak-anak. Oleh karena itu, Mendag Enggar menegaskan komitmen agar Pemerintah Pusat dan Daerah terus mendukung produk Indonesia menjadi raja di negeri sendiri. 

“Ini suatu produk yang dibutuhkan sekali sehingga diharapkan produk-produk inovatif lainnya dapat mengisi kebutuhan pasar domestik. Pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar dapat dijual di ritel-ritel modern,” tegas Enggar. 

Menurut Enggar, produk-produk kreatif seperti OMO dapat mengisi kebutuhan pasar domestik yang selama ini diisi oleh produk barang jadi impor dengan harga yang lebih mahal.

Tentunya, kata Enggar, di satu sisi impor tidak bisa dihentikan karena di sisi lain Indonesia belum bisa memproduksi sendiri beberapa barang yang harus diimpor tersebut, terutama juga jika bahan baku yang diperlukan adalah produk impor. 

“Saya mengharapkan ada lebih banyak produk yang memiliki kekayaan local content sehingga biaya produksinya juga lebih murah,” ujar Enggar. 

Mendag Enggar yakin bahwa dengan harga yang kompetitif, OMO dan produk kreatif lainnya dapat semakin sukses di pasar domestik. Hal lain yang harus diperhatikan yaitu peningkatan kapasitas mesin produksi agar volume produksi meningkat. 
Selain itu, promosi produk juga menjadi hal yang krusial sehingga masyarakat dapat yakin dan setia menggunakan suatu produk tertentu. 

Penguatan promosi dapat dilakukan dengan berbagai sertifikasi penjamin kualitas. Saat ini, OMO telah bersertifikasi halal dan BPOM, serta memiliki pendampingan dari ahli gizi. Stella Elvina juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan dan nutrisi OMO telah teruji klinis kualitasnya dengan tidak menggunakan pewarna buatan, MSG, dan tamabahan garam.

Maker Fest sendiri adalah sebuah gerakan independen pemberdayaan kreator lokal untuk mencari, mengedukasi, menginspirasi, dan memberikan panggung luring dan daring bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif. 

Kegiatan ini diinisiasi Tokopedia dan segenap jajaran Pemerintah untuk menumbuhkan industri kreatif lokal. Lebih lanjut, Mendag Enggar juga mengimbau agar masyarakat terus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. 
“Pelaku usaha dalam negeri juga harus dapat menciptakan posisi pasar sehingga memiliki signifikansi sebagai satu-satunya produk yang diingat konsumen,” pungkas Enggar.***

Investasi
Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019
Temui Nelayan Demak, Menko Darmin Ingin Petani Garam Juga Dapat Perhatian
DEMAK | KUWERA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan secara panja...
25 Mar 2019