My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

Sukses Tembus Eropa, Mendag Datangi Pabrik Rotan di Sukoharjo
9 Jan 2019

Sukses Tembus Eropa, Mendag Datangi Pabrik Rotan di Sukoharjo


SUKOHARJO - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito berkunjung ke Sukoharjo, Selasa (8/1). Mendag mengunjungi Desa Trangsan, Gatak melakukan pelepasan ekspor produk kerajinan rotan dan juga menghadiri peresmian Laboratorium Kewirausahaan di Pondok Pesantren Singo Ludiro di Desa Laban, Mojolaban.

Dalam kunjungan ke Trangsan, Mendag mendorong pelaku industri untuk menggenjor ekspor karena di tahun 2018 lalu ekspor fuirnitur mengalami penurunan.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan terus mendorong pelaku industri furnitur khususnya rotan di Trangsan ini untuk menggenjot ekspor di tahun 2019 ini,” ujar Mendag.

Dalam kunjungan ke sentra industri rotan di Desa Trangsan, Mendag secara khusus melepas ekspor produk kerajinan rotan milik CV Maju Jaya. Rencananya, produk rotan dari CV Maju Jaya tersebut akan diekspor ke Eropa khususnya Italia. Jadi, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produk furnitur rotan juga diekspor ke pasar luar negeri.

Mendag juga mengatakan, terkait bahan baku rotan yang disebut-sebut sulit diperoleh para perajin, dirinya berjanji siap membantu. Upaya yang akan dilakukan kementerian dengan mempermudah dan menyederhanakan aturan yang ada selama ini. Pasalnya, birokrasi dinilai jadi penghambat aliran bahan baku.

“Nanti dievaluasi kesulitan-kesulitan apa yang dialami perajin. Sesuai dengan instruksi Presiden, peraturan-peraturan yang menghambat investasi dan ekspor agar dievaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2018 lalu terjadi penurunan ekspor furnitur. Dengan kondisi tersebut, kementerian mendorong ekspor komoditi memiliki banyak nilai tambah. Mendag mencontohkan produk rotan dari CV Maju Jaya yang sudah memiliki tenaga ahli ukir dan kerajinan rotan. Hal itu merupakan nilai tambah yang tidak dimiliki perajin dari negara lain.

Sementara itu, pemilik CV Maju Jaya, Mulyadi mengakui jika terjadi penurunan nilai ekspor kerajinan rotan pada 2018 lalu. Mulyadi mengatakan, dalam setahun biasanya nilai ekspor mencapai Rp11 miliar. Hanya saja, pada 2018 lalu nilai ekspor hanya mencapai angka Rp10 miliar. “Penurunan ekspor produk rotan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya kondisi ekonomi global,” ungkapnya.

Selama ini, ujar Mulyadi, dalam sebulan biasanya bisa mengekspor delapan kontainer produk rotan ke sejumlah negara. Saat ini, pangsa pasar terbesar ekspor produk rotan ke negara Eropa. Disinggung soal bahan baku rotan, Mulyadi mengaku sempat ada kesulitan, namun hal itu bisa diatasi.***

Kebijakan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
DATA BERITA TERPOPULER
Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Para pengusaha sawit berkumpul dan bertemu Menteri Koordinator Bidang Per...
26 Mar 2019
Tiga Langkah Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman
JAKARTA | KUWERA.ID - Untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, p...
26 Mar 2019
Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Makanan dan Minuman dengan Petani
JAKARTA | KUWERA.ID - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan min...
26 Mar 2019
Pemerintah Pastikan Tempuh Segala Cara Hadapi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam dengan tindakan Eropa terse...
26 Mar 2019
DPR Dukung Pemerintah Hadapi Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit
Tak ketinggalan, parlemen tanah air pun turun tangan untuk menopang langkah pemerintah. Staf Khusus ...
26 Mar 2019
Di Pameran Dagang Internasional TEI 2019, Pemerintah Beri Tempat Khusus untuk Produk Lokal
JAKARTA | KUWERA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meluncurkan gelaran ke-34 pameran d...
25 Mar 2019
Soal Sawit, Pemerintah Tegaskan Siap Melawan Eropa
JAKARTA | KUWERA.ID - Persoalan sawit nasional yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Uni Ero...
25 Mar 2019
Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Kembali Adakan Pameran Dagang Internasional
JAKARTA | KUWERA.ID - Dalam waktu dekat, akan berlangsung pameran dagang skala internasional terbesa...
25 Mar 2019
Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Dorong Indramayu Mampu Capai 1,8 juta Ton Gabah
INDRAMAYU | KUWERA.ID - Indramayu yang selama ini terkenal sebagai lumbung padi nasional, masih jadi...
25 Mar 2019
Temui Nelayan Demak, Menko Darmin Ingin Petani Garam Juga Dapat Perhatian
DEMAK | KUWERA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan secara panja...
25 Mar 2019