My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

Kejar Produksi Padi 84 Ton, Ini Langkah Disiapkan Kementan
6 Des 2018

Kejar Produksi Padi 84 Ton, Ini Langkah Disiapkan Kementan
Di antara langkah yang akan diambil oleh pihak Kementan yakni memperbaiki layanan yang dibutuhkan petani.

JAKARTA - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Hari Priyono membeberkan apa saja langkah yang diambil pemerintah untuk mengejar target tahun depan. Pasalnya, Kementan ingin agar produksi padi tahun depan bisa mencapai 84 juta ton.

Di antara langkah yang akan diambil oleh pihak Kementan yakni memperbaiki layanan yang dibutuhkan petani. Pelayanan pokok utamanya berupa pupuk subsidi, penyuluhan, pengendalian hama penyakit, dan pengaturan air.

"Air menjadi krusial dalam perubahan iklim, maka irigasi menjadi salah satu faktor penting. Apabila kita ingin memperbaiki layanan ke petani, salah satunya pupuk jangan sampai terlambat,” tutur  Hari.

Meskipun ia mengakui, pada 2019 sektor pertanian masih mengalami banyak tantangan, salah satunya perubahan iklim. "Kita harus menganggap perubahan iklim tidak dilihat sebagai suatu ancaman melainkan peluang,” ungkap dia.

Hari mencontohkan, pola tanam padi yang dulu kerap dibagi menjadi dua periode yakni Oktober-Maret dan April-September tidak lagi sepenuhnya dapat dijadikan patokan dalam pengembangan pertanian.

"Sebab di musim hujan seperti saat ini, kita masih menemukan ada juga daerah yang belum mengalami  hujan. Inilah perlunya kita menyesuaikan diri dengan kondisi iklim," kata dia.

Dia menjelaskan, dengan kondisi perubahan iklim tersebut, maka hampir setiap bulan ada saja petani yang menanam padi.

Untuk itu, ia memastikan dari sisi produktivitas tidak ada kendala yang berarti. Namun persoalan muncul ketika sudah masuk ke sektor distribusi. Sebab tidak jarang ditemukan di sejumlah titik atau pasar mengalami kelangkaan bahan pokok. 

"Tapi ini bukan berarti produksi tidak ada, secara fakta, panen ada, tapi distribusinya mahal," ujar dia.***

DATA BERITA TERPOPULER
Bahas Infrastruktur, Presiden Jokowi Panggil Tiga Gubernur ke Istana
JAKARTA | KUWERA.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiga gubernur dari berbagai kawasan...
23 Apr 2019
Jelang Ramadan, Presiden Jokowi Kerahkan Petinggi Negara Pastikan Harga Stabil
JAKARTA | KUWERA.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ...
23 Apr 2019
Industri Melesat, Serap 18 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA | KUWERA.ID - Serapan tenaga kerja di sektor industri terus meningkat yakni dari 15,54 juta ...
23 Apr 2019
Investasi Meningkat, Pemerintah Aktif Siapkan SDM Industri Kompeten
JAKARTA | KUWERA.ID - Menghadapi perkembangan industri dan investasi yang meningkat, pemerintah mela...
23 Apr 2019
Harga Terpantau Stabil, Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Resah
GORONTALO | KUWERA.ID - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Goron...
23 Apr 2019
Pastikan Harga Stabil, Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok hingga Lebaran
BENGKULU | KUWERA.ID - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan (Kemendag...
23 Apr 2019
Kementan Sosialisasi Alat Pertanian Modern kepada Pelajar
JAKARTA | KUWERA.ID - Gencarnya Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan berbagai program untuk...
23 Apr 2019
Industri Mainan Anak Produk Indonesia Catat Ekspor Lebih dari USD 319 Juta
JAKARTA | KUWERA.ID - Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kon...
22 Apr 2019
Di London, OJK Ajak Investor Inggris Berinvestasi di Pasar Keuangan Indonesia
JAKARTA | KUWERA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang investor Inggris untuk berinvesta...
22 Apr 2019
Industri Penerbangan Berpotensi Serap Tenaga Kerja Perempuan 50 Persen
JAKARTA | KUWERA.ID -- Industri penerbangan internasional mendorong keterlibatan para pere...
22 Apr 2019