My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
Selasa, 15 Januari 2019

Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
“Pendirian ITPC ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tindakan besar dengan teknologi pengetahuan terkini dan inovasi-inovasi baru,” kata Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto.




BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatland Center (ITPC) ditargetkan dapat terlaksana sebelum akhir 2019. Hal ini tertuang dalam rencana kerja Strategic Priorities (SP) ke-1 yang disampaikan Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto, pada acara Koordinasi Program dan Aktivitas ITPC 2019 di hadapan para mitra koordinasi ITPC, di Ruang Sekretariat ITPC, Kampus Gunung Batu, Bogor pada Kamis lalu (10/1).

“Pendirian ITPC ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tindakan besar dengan teknologi pengetahuan terkini dan inovasi-inovasi baru,” tegas Agus dalam sambutannya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa tanggung jawab pembentukannya adalah Interim Secretariat ITPC dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya, telah resmi dibentuk dan di-soft launching pada tanggal 30 Oktober 2018 lalu.

Selain terpenuhinya aspek legal ITPC, keluaran yang diharapkan dari Interim Secretariat ITPC dalam 10 bulan ke depan adalah tersedianya masterplan strategi dan praktik pengelolaan lahan gambut, roadmap pendanaan serta sistem tata kelola.

“Saya berharap Interim Secretariat dapat segera merealisasikan agenda dan aktivitas ITPC. Dan karena kita akan melangkah jauh, maka kita harus melakukannya bersama-sama. Kami mengundang para pihak untuk bergabung,” tegas Agus.

Para mitra koordinasi yang hadir pada acara ini yakni United Nations Environment Programme (UNEP), Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Badan Restorasi Gambut (BRG). Selain itu, hadir juga Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selaku mitra pelaksana ITPC.

“Keberadaan UNEP di sini adalah untuk mendukung ITCP dan apapun yang akan kita lakukan, seperti pengaturan tata kelola dan mekanisme institusional adalah permulaan yang baik untuk pembentukan ITPC,” ujar Dechen Tsering, Ph.D, Direktur Regional Asia dan Pasific, UNEP.

Lebih lanjut Tsering menekankan bahwa untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, para pihak harus fokus pada pendanaan. Proposal bersama untuk mendapatkan pendanaan harus segera diajukan sehingga ITPC dapat segera terbentuk.

Sementara Prof. Dr. Daniel Murdiyarso, yang mewakili Direktur CIFOR menekankan pentingnya ITPC segera memiliki koordinator. Perannya tidak hanya mencakup teknis melainkan juga untuk mengintegrasikan semua upaya dan pengetahuan tentang gambut yang sudah terakumulasi saat ini. Selain itu juga harus berperan melakukan kerjasama yang intensif untuk penyelesaian agenda yang sudah ditetapkan.

Dr. Haris Gunawan, dari Badan Restorasi Gambut (BRG), selain menyampaikan pengalaman BRG selama 3 tahun terakhir, juga berharap ITPC dapat memfasilitasi peneliti. “Saya pikir ITPC juga dapat memfasilitasi peneliti lokal, nasional, internasional untuk duduk bersama bagaimana membangun metodologi dan hal lain yang diperlukan,” ungkap Haris.

BRG telah bekerja selama 3 tahun dan telah memiliki beberapa hasil riset lahan gambut, sistem jejaring kerja lokal, dan juga membangun realtime ground level monitoring. Haris mengatakan “Ini dapat menjadi awal yang baik bagi ITPC untuk menjadi pusat keunggulan,”

Keberadaan ITPC ini ditujukan untuk memastikan pembuat kebijakan, praktisi dan masyarakat memiliki akses ke informasi dan analisis yang kredibel dan sah. Selain mendapatkan akses ke semua perangkat yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan konservasi dan pengelolaan lahan gambut tropis. ITPC juga akan mengajak negara lain terutama yang memiliki lahan gambut, organisasi internasional, sektor swasta, dan lembaga penelitian untuk berkontribusi dan ikut bekerja sama.***

KABAR RILIS TERPOPULER
Jokowi Tanggapi Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Tanah Air
JAKARTA - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi 2018 mendapatkan respons posi...
7 Feb 2019
Biaya Haji Indonesia Paling Murah di ASEAN
JAKARTA - Akhirnya Pemerintah menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah H...
7 Feb 2019
Hasil dari Dana Desa, 8.983 Pasar Tercipta dan 191.600 KM Jalan dalam 4 Tahun Terakhir
JAKARTA - Dampak dari Dana Desa yang digulirkan pemerintah, dalam empat tahun terakhir telah membang...
7 Feb 2019
Bicara di Acara Sarjana Ekonomi Indonesia, Gubernur BI Gagas Penguatan Ekonomi Kerakyatan
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menghadiri syukuran ulang tahun ke-6...
29 Jan 2019
Jawab Tuduhan Hashim, BRI Tegaskan Diri sebagai Pemberi Kredit Terbesar UMKM
JAKARTA (Kuwera.id) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) membantah keras pernyataan salah satu pengusaha se...
29 Jan 2019
Pengusaha Jawa Timur Dapat Dukungan Kemenlu untuk Ekspor Produk Manufaktur
SURABAYA – Salah satu organisasi yang selama ini menjadi penghubung para pengusaha di Jawa Tim...
29 Jan 2019
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019