My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Empat Kementerian Bantu Nelayan untuk Berhemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan
Selasa, 30 Oktober 2018

Empat Kementerian Bantu Nelayan untuk Berhemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan





JAKARTA -  Empat kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.

Kebijakan ini sendiri menjadi bagian dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.

Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).

Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).

Penyerahan 1.081 paket perdana yang  terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.

Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM  ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini  hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT. Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.

Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.

Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.*** (Editor: Zo)

Pemberdayaan Ekonomi
KABAR RILIS TERPOPULER
Hampir Empat Tahun, Ekspor Peternakan Capai Rp 30,15 Triliun
JAKARTA - Kementerian Pertanian masih menunjukkan usaha keras untuk mewujudkan Indonesia menjadi lum...
15 Nov 2018
Jelang Pertemuan ASEAN-Rusia, Vladimir Putin Ingin Bertemu Jokowi Lagi
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan ketertarikan untuk dapat bertemu dengan Presiden...
9 Nov 2018
Jokowi Bagi 3 Ribu Sertifikat di Tegal dan Ingatkan Bahaya Politikus Genderuwo
SLAWI - Jumat (9/11), Presiden Joko Widodo bertolak ke Jawa Tengah untuk kunjungan kerja. Pemba...
9 Nov 2018
Riset Sakernas 2018: Lapangan Kerja Sektor Jasa Terus Meningkat
JAKARTA – "Proporsi lapangan kerja sektor jasa terus meningkat," papar Menteri ...
9 Nov 2018
Kementerian LHK Kembangkan Industri Sutera Nasional Melalui Perhutanan Sosial
JAKARTA - Sebagai produsen sutera ke-9 di dunia, Indonesia memiliki potensi budidaya sutera alam yan...
7 Nov 2018
Empat Kementerian Bantu Nelayan untuk Berhemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan
JAKARTA -  Empat kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman seperti Kementerian En...
30 Okt 2018
Saat PM Lee Menyambut Ma'ruf Amin dengan Sapaan "Pak Kiai" di Istana Singapura 
SINGAPURA - Prof Dr KH Ma'ruf Amin bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, di I...
16 Okt 2018
Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion
NUSA DUA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan peme...
15 Okt 2018
Deputi Percepatan Infrastruktur Beberkan Hasil Proyek Strategis Nasional
JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan investasi proyek, pemerintah mengalokasikan dana sebes...
10 Okt 2018
Hari Pertama Acara IMF - World Bank, Luhut Ajak Elite Lembaga Dunia ke Lokasi Bencana
LOMBOK BARAT - Pada hari pertama rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG, Senin (8/10/2018) Menko K...
9 Okt 2018