My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Hari Pertama Acara IMF - World Bank, Luhut Ajak Elite Lembaga Dunia ke Lokasi Bencana
Selasa, 9 Oktober 2018

Hari Pertama Acara IMF - World Bank, Luhut Ajak Elite Lembaga Dunia ke Lokasi Bencana





LOMBOK BARAT - Pada hari pertama rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG, Senin (8/10/2018) Menko Kemaritiman Luhut  Pandjaitan, Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi Desa Guntur Macan pada hari. Guntur Macan adalah salah satu desa terdampak gempa yang terparah pasca gempa pada Juli-Agustus lalu.

"Saya datang kesini untuk menunjukkan kami tidak melupakan Lombok, bukan karena ada gempa di Sulawesi kami jadi lupa. Presiden (Joko Widodo) juga akan berkunjung ke sini setelah dari Bali," ujarnya kepada media saat berkeliling desa dan menyapa para korban gempa.

Selain itu Luhut juga membeberkan apa yang sudah dilakukan pemerintah sejauh ini untuk korban bencana. "Pemerintah sudah membangun 23.000 rumah lebih. Soal bantuan yang belum turun, itu hanya masalah administrasi saja. Mungkin masalah pertanggungjawaban nya belum selesai, jangan sampai karena dana bantuan ini ada yang masuk penjara. Jadi tidak betul kalau kami lupakan Lombok," Luhut menjelaskan. 

Saat ditanya wartawan, Menko Luhut mengatakan kedatangannya beserta rombongan untuk menunjukkan simpati kepada para korban yang terkena gempa.

"Ini bentuk dari simpati dan solidaritas dari peserta pertemuan IMF-Bank Dunia kepada para korban gempa di Lombok ini, kemarin kan kami dan Sekjen nya (IMF) sudah ke Palu. Dari peristiwa ini kami akan memberikan usulan topik pembicaraan yaitu bagaimana penanganan masalah bencana yang kalau bisa pendanaannya itu bukan saja dari negara bersangkutan, seperti kita asuransikan," kata Luhut. 

Menurutnya, terkait dengan formatnya sedang disusun oleh Menteri Keuangan. "Kebetulan juga ada Ibu Lagarde ikut ke sini jadi beliau bisa bantu menyampaikannya di pertemuan tersebut. Karena Menkeu menyampaikan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk bencana ini dalam satu tahun bisa Rp 22 triliun untuk penanganan bencana. Nah kita mau lihat apakah bisa kita asuransikan sehingga kita bisa menanggungnya bersama," kata Menko Luhut kepada media.

Tak ketinggalan, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa pemerintah melakukan mengelolaan untuk tanggap bencana dengan sangat hati-hati, uangnya ada tapi prosedur untuk landasan hukumnya sedang diselesaikan. Menkeu minta Gubernur NTB untuk membantu menjelaskan kepada masyarakat.

"Apakah dengan bencana Palu dana pemerintah habis? jawabannya tidak. Untuk Palu sesuai kebutuhan untuk Lombok tetap untuk Lombok. Untuk dana IMF-WB Pak Luhut sudah menggunakannya dengan hati-hati," ujar Menkeu. 

Menkeu Sri Mulyani juga mengatakan bantuan akan dicairkan bertahap dengan rincian bagi rumah yang bangunannya rusak berat mendapat Rp 50 juta, rusak sedang bantuannya Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta. 

"Tujuannya uangnya bukan karena uang tidak boleh diambil. Yang terjadi adalah kita harus ada bahan bangunan dulu karena pemerintah tidak ingin uang untuk bantuan perumahan sudah habis sebelum rumahnya terbangun. Jadi bukan karena uangnya tidak bisa diambil. Masalah uang jaminan hidup, akan dibayarkan kalau sudah jadi rumah yang sifatnya permanen," jelas Menkeu sambil menerangkan pemerintah telah melakukan verifikasi untuk para penerima yang akan diberikan per orang per akun.*** (Editor: Zo)       

Pemberdayaan Ekonomi
KABAR RILIS TERPOPULER
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019
Mendes PDTT: Target Program Transmigrasi Terlampaui
JAKARTA - Pembangunan program transmigrasi gencar dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai...
28 Des 2018
Target Perbaikan Flyover Cengkareng B, Selesai Dalam 8 Hari  
JAKARTA - Dalam rangka pemeliharaan berkala yang sudah terjadwal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Per...
28 Des 2018
Pascatsunami Selat Sunda, Kementerian ESDM Akan Bangun Sumur Bor Bagi Pengungsi di Lampung Selatan
LAMPUNG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun sumur bor di lokasi pengu...
28 Des 2018
Jelang Tahun Baru, Kawasan Wisata Tuk Budoyo Temanggung dan Candi Mendut Bersolek
LOSARI - Pengembangan kawasan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal seperti di...
27 Des 2018
Meski Kebutuhan Saat Natal Meningkat, Pasokan BBM Nataru Dijamin Aman
JAKARTA - Hingga 25 Desember 2018, Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat terjadinya kena...
27 Des 2018
Panel Konsultan Proyek Infrastruktur Akhirnya Terbentuk
JAKARTA - Setelah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi yang ketat, Komite Percepatan Penyedia...
21 Des 2018