My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Jelang Pertemuan ASEAN-Rusia, Vladimir Putin Ingin Bertemu Jokowi Lagi
Jumat, 9 November 2018

Jelang Pertemuan ASEAN-Rusia, Vladimir Putin Ingin Bertemu Jokowi Lagi





JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan ketertarikan untuk dapat bertemu dengan Presiden Joko Widodo lagi, meskipun keduanya pernah bertemu pada 2016 lalu.

Dilaporkan, Putin telah meminta agar bisa bertemu dengan Presiden Jokowi di sela-sela kehadirannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan KTT lainnya, di Singapura, pada 13-15 November mendatang.

“Dalam pertemuan ASEAN (Plus One) dengan Rusia, untuk pertama kalinya Presiden Putin akan datang, dan telah meminta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi,” kata Direktur Kerjasama Eksternal ASEAN Kementerian Luar Negeri, Benny Siahaan, di Jakarta, Kamis (8/11) siang dikutip dari laman Setkab.

Presiden Jokowi dan Presiden Putin, lanjut Benny, akan melakukan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan ASEAN-Rusia, di Singapura, yang merupakan bagian dari KTT ASEAN ke-33.

Dalam pertemuan ASEAN-Rusia itu, menurut Benny, Presiden Jokowi akan menyampaikan pandangan bersama negara-negara anggota ASEAN kepada Rusia.

“Presiden Jokowi akan membacakan ASEAN Common Statement yang merupakan himpunan pandangan negara ASEAN kepada Rusia,” ungkap Benny.

Selain itu, 10 negara anggota ASEAN dan Rusia akan membahas soal peningkatan kerja sama dalam berbagai bidang, antara lain bidang keamanan dunia maya (cyber security) dan pendidikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan kerja ke Singapura dan Papua Nugini (PNG), pada 13-18 November mendatang, untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan KTT APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retni Marsudi mengatakan, dalam kunjungan kerja ke Singapura, Presiden Jokowi akan menghadiri KTT ASEAN dan KTT ainnya, seperti ASEAN +1 dan ASEAN +3, pada 13-15. Kemudian akan disambung melakukan kunjungan kerja ke Port Moresby, ke PNG, yaitu pada tanggal 17 dan 18 November.

Sebagai catatan, Putin memang menunjukkan ketertarikan terhadap Indonesia. Bahkan pada 2016 lalu, ia sempat mengatakan bahwa hubungan Rusia dengan Indonesia sudah terbangun lama sejak Presiden RI Pertama, Soekarno.

Itu dikemukakan Putin dalam pernyataan bersama Presiden Jokowi setelah penandatanganan kerjasama dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Federasi Rusia. "Hubungan ini berawal dari sikap yang ditetapkan Presiden Soekarno yang merupakan teman sejati negara kami," kata Putin, Kamis (19/5/2016).

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Putin sempat mengenang 60 tahun lalu saat Soekarno melawan ke Rusia, tepatnya pada 1956.

Dalam pertemuan sebelumnya itu, Putin sempat menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Jokowi berlangsung dengan baik, bahkan lengkap dan konstruktif. "Baik dalam pertemuan empat mata, maupun pertemuan antara delegasi," ujar Presiden Putin, saat itu.

Tak hanya itu, Putin kala itu juga menyebut ada peningkatan volume perdagangan bilateral sebesar 13 persen di awal tahun 2016 lalu. Saat itu, Presiden Putin juga mengakui ada dorongan kuat untuk meningkatkan kerjasama bersama dengan meningkatkan pertukaran misi dagang dari pengusaha kedua negara. "Saya sangat berkeyakinan bahwa yang diperlukan bukan hanya melanjutkan hubungan bilateral, tapi membutuhkan dorongan baru untuk tingkatkan interaksi," kata Presiden Putin.*** (Editor: Zo)

KABAR RILIS TERPOPULER
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019
Mendes PDTT: Target Program Transmigrasi Terlampaui
JAKARTA - Pembangunan program transmigrasi gencar dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai...
28 Des 2018
Target Perbaikan Flyover Cengkareng B, Selesai Dalam 8 Hari  
JAKARTA - Dalam rangka pemeliharaan berkala yang sudah terjadwal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Per...
28 Des 2018
Pascatsunami Selat Sunda, Kementerian ESDM Akan Bangun Sumur Bor Bagi Pengungsi di Lampung Selatan
LAMPUNG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun sumur bor di lokasi pengu...
28 Des 2018
Jelang Tahun Baru, Kawasan Wisata Tuk Budoyo Temanggung dan Candi Mendut Bersolek
LOSARI - Pengembangan kawasan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal seperti di...
27 Des 2018
Meski Kebutuhan Saat Natal Meningkat, Pasokan BBM Nataru Dijamin Aman
JAKARTA - Hingga 25 Desember 2018, Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat terjadinya kena...
27 Des 2018
Panel Konsultan Proyek Infrastruktur Akhirnya Terbentuk
JAKARTA - Setelah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi yang ketat, Komite Percepatan Penyedia...
21 Des 2018