My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Jokowi Bagi 3 Ribu Sertifikat di Tegal dan Ingatkan Bahaya Politikus Genderuwo
Jumat, 9 November 2018

Jokowi Bagi 3 Ribu Sertifikat di Tegal dan Ingatkan Bahaya Politikus Genderuwo





SLAWI - Jumat (9/11), Presiden Joko Widodo bertolak ke Jawa Tengah untuk kunjungan kerja. Pembagian 3.000 sertifikat tanah ke warga Kabupaten Tegal menjadi kegiatan pembuka dilakukan Jokowi di lokasi kunjungan kali ini.

Menurut laporan, pembagian sertifikat tanah tersebut dilakukan di GOR Trisanja Slawi pada pukul 09.00 WIB.

Jokowi terlihat tampil dengan setelan hitam putih Presiden memberikan sambutan di depan 3.000 penerima sertifikat. "Coba diangkat sertifikatnya tinggi-tinggi, mau saya hitung apa betul 3.000," katanya di depan warga Tegal.

Menurut Presiden, tahun depan pemerintah akan memberikan sertifikat kepada seluruh warga Kabupaten Tegal sebanyak 60.000 sertifikat. "Dan akan dirampungkan seluruhnya di tahun 2023," tambah Presiden. 

Sementara di tahun ini, pemerintah akan membagikan 45.000 sertifikat di Kabupaten Tegal. Alasan pemerintah terus mendorong percepatan pemberian sertifikat hak atas tanah untuk rakyat ini, kata Jokowi, lantaran banyaknya keluhan masyarakat di seluruh daerah terkait sengketa lahan. Dengan adanya sertifikat, maka masyarakat memiliki status hak hukum atas tanah yang pasti.

"Oleh sebab itu saya perintahkan kepada Menteri sejak 2016. Lalu 2017 dimulai. Biasanya 500.000 (sertifikat dibagikan) per tahun di seluruh Tanah Air, tetapi tahun lalu dibagikan 5 juta, tahun ini 7 juta, dan tahun depan 9 juta sertifikat," kata Presiden.

Kepada ribuan penerima sertifikat, Presiden berpesan agar mereka menjaga sertifikatnya dengan baik. Tidak hanya itu, ia pun berpesan agar masyarakat berhati-hati dan berhitung terlebih dahulu jika ingin menjadikan sertifikatnya sebagai agunan untuk meminjam uang ke bank.

Ingatkan Bahaya Politikus Genderuwo

Presiden juga sempat menyampaikan pidato yang menjadi kritiknya terhadap sebagian politikus dengan sebutan genderuwo, lantaran ia melihat adanya sekelompok kalangan politikus yang gemar menakut-nakuti publik.

"Yang tidak pakai etika politik yang baik. Tidak pakai sopan santun politik yang baik. Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran," kata Presiden Jokowi, menjelaskan soal politikus genderuwo, saat memberikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11).

Tak hanya itu, setelah ditakut-takuti politikus itu kerap membuat sebuah ketidakpastian dan menggiring masyarakat yang tidak benar serta ragu-ragu.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik gerenduwo, nakut-nakuti," tambah Presiden.

"Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali," lanjut dia.

Sehingga, ia menilai jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan. Apalagi, ia menilai aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan.

"Jangan sampai rugi besar kita ini, karena pas setiap lima tahun itu ada pilihan bupati, gubernur, wali kota ada terus. Jangan sampai (pecah) seperti itu," katanya.*** (Editor: Zo)

Joko Widodo
Jokowi Blusukan
Pemberdayaan Ekonomi
KABAR RILIS TERPOPULER
Hampir Empat Tahun, Ekspor Peternakan Capai Rp 30,15 Triliun
JAKARTA - Kementerian Pertanian masih menunjukkan usaha keras untuk mewujudkan Indonesia menjadi lum...
15 Nov 2018
Jelang Pertemuan ASEAN-Rusia, Vladimir Putin Ingin Bertemu Jokowi Lagi
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan ketertarikan untuk dapat bertemu dengan Presiden...
9 Nov 2018
Jokowi Bagi 3 Ribu Sertifikat di Tegal dan Ingatkan Bahaya Politikus Genderuwo
SLAWI - Jumat (9/11), Presiden Joko Widodo bertolak ke Jawa Tengah untuk kunjungan kerja. Pemba...
9 Nov 2018
Riset Sakernas 2018: Lapangan Kerja Sektor Jasa Terus Meningkat
JAKARTA – "Proporsi lapangan kerja sektor jasa terus meningkat," papar Menteri ...
9 Nov 2018
Kementerian LHK Kembangkan Industri Sutera Nasional Melalui Perhutanan Sosial
JAKARTA - Sebagai produsen sutera ke-9 di dunia, Indonesia memiliki potensi budidaya sutera alam yan...
7 Nov 2018
Empat Kementerian Bantu Nelayan untuk Berhemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan
JAKARTA -  Empat kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman seperti Kementerian En...
30 Okt 2018
Saat PM Lee Menyambut Ma'ruf Amin dengan Sapaan "Pak Kiai" di Istana Singapura 
SINGAPURA - Prof Dr KH Ma'ruf Amin bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, di I...
16 Okt 2018
Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion
NUSA DUA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan peme...
15 Okt 2018
Deputi Percepatan Infrastruktur Beberkan Hasil Proyek Strategis Nasional
JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan investasi proyek, pemerintah mengalokasikan dana sebes...
10 Okt 2018
Hari Pertama Acara IMF - World Bank, Luhut Ajak Elite Lembaga Dunia ke Lokasi Bencana
LOMBOK BARAT - Pada hari pertama rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG, Senin (8/10/2018) Menko K...
9 Okt 2018