My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Darmin Nasution membeberkan di tengah persoalan ekonomi dunia, masih ada peluang baik seperti ekonomi digital yang justru meningkat pesat. | Indonesia Punya Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia | Saat berbicara usai membuka The 6th ASEAN OSHNET Conference atau Konferensi ASEAN OSHNET Keenam, Kamis (28/3/2019), Hanif menggarisbawahi bahwa  di era pemerintahan Joko Widodo, telah tercipta 10.540.000 lapangan pekerjaan. | Demi memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih maksimal, wajar bagi sebuah negara menarik utang dari dalam maupun luar negeri, kata Faisal Basri dalam orasi kebudayaan kampanye ekonomi 2019 di Soehana Hall, Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019 |

`
Pengusaha Jawa Timur Dapat Dukungan Kemenlu untuk Ekspor Produk Manufaktur
Selasa, 29 Januari 2019

Pengusaha Jawa Timur Dapat Dukungan Kemenlu untuk Ekspor Produk Manufaktur
Jelang pengujung tahun lalu, Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menggelar acara bersatu menguatkan Rupiah.




SURABAYA – Salah satu organisasi yang selama ini menjadi penghubung para pengusaha di Jawa Timur, Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas), mendapatkan sinyal baik untuk membuka sayap hingga ke luar negeri.

Maklum, baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri bersama 21 Duta Besar dan 2 Konjen RI pun terjun ke Jatim untuk menggali potensi ekspor komoditas produk manufaktur asal Jawa Timur. Untuk kegiatan tersebut, Kemenlu bekerja sama dengan Forkas Jatim.

Sekjen Kemenlu, Mayerfas mengatakan sebelum memberangkatkan para duta besar yang telah dilantik Presiden Joko Widodo pada Januari 2019 ke berbagai negara, Kemenlu menggelar dialog dengan para pengusaha untuk menjajaki potensi komoditas ekspor.

"Dan pertemuan 21 Duta Besar RI dan 2 Konsulat Jenderal dengan pengusaha Jawa Timur ini merupakan yang pertama kalinya dalam rangka pembekalan para Duta Besar yang akan berangkat ke berbagai negara pada Februari dan Maret nanti," ujarnya di sela-sela Dialog 23 Duta Besar dan Konsul RI dengan Forkas Jatim, Senin (28/1/2019).

Dia mengatakan roadshow para Duta Besar tersebut merupakan bagian dari program utama Presiden Jokowi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama sektor ekspor.

"Kemenlu mau memberikan fasilitas untuk para pengusaha agar perdagangan antara Indonesia dengan berbagai negara bisa meningkat," katanya.

Mayerfas menambahkan, saat ini Kemenlu sudah memiliki sistem Smart Embassy yang tersedia di setiap Kedutaan Besar RI (KBRI) yang tersebar di berbagai negara. Smart Embassy tersebut berisi berbagai data tentang RI termasuk data produk Indonesia, display produk hingga detail perusahaannya.

Dia menambahkan, sampai saat ini sudah cukup banyak perusahaan ekspor yang masuk dalam data Smart Embassy. Mayoritas produsen mebel, tekstil, sepatu dan kaos kaki, dan produk unggulan makanan.

"Komoditas ekspor pun liat negaranya, misalnya ke Afrika, itu kebanyakan yang kita ekspor adalah produk makanan dan sabun cuci," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi mengatakan pengusaha Jatim menyambut gembira pertemuan para duta besar dan Konjen dengan asosiasi pengusaha lantara mereka bisa langsung bertukar informasi dan kontak person, termasuk langsung mempromosikan produknya kepada Duta Besar RI.

"Kami senang sekali bisa ketemu para duta besar yang mengemban amanah untuk mempromosikan produk Jatim. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan ekspor Jatim," katanya.

Nur memaparkan, pada tahun lalu Jatim telah mampu mengekspor sekitar US$20 miliar atau naik 4,4% dibandingkan 2017. Khusus produk perhiasan dan permata merupakan peringkat yang pertama, disusul produk mebel.

"Di Forkas sendiri ada 41 asosiasi pengusaha, mulai mebel, sepatu, tekstil, garmen, makanan, mereka ikut memamerkan produknya kepada para duta besar. Bahkan segmen UMKM yang belum pernah ekspor juga ikut hadir dan pamer produknya," imbuhnya.

Forkas Jatim Membela Rupiah

Jelang pengujung tahun lalu, Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menggelar acara bersatu menguatkan Rupiah.

Mereka pun menggelar prosesi penjualan AS Dolar ke mata uang Rupiah sebesar USD 50 juta di Hotel Majapahit Surabaya pada Kamis Malam (20/9/2018).

Dalam acara tersebut turut hadir juga kepala staf kepresidenan, Moeldoko; perwakilan dari Bank Indonesia, serta beberapa pengusaha mewakili anggota Forkas Jawa Timur.

Moeldoko mengungkapkan gerakan ini merupakan gerakan yang positif dan berharap ini tidak hanya di Jawa Timur.

"Tidak hanya di Jawa Timur kita berharap gerakan ni menyebar, ini salah satu bentuk moral obligation, tanggung jawab moral bagi pengusaha untuk bisa bersama-sama meringankan beban kita semua termasuk pemerintah," jelas Moeldoko.***

Kebijakan Ekonomi
KABAR RILIS TERPOPULER
Jokowi Tanggapi Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Tanah Air
JAKARTA - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi 2018 mendapatkan respons posi...
7 Feb 2019
Biaya Haji Indonesia Paling Murah di ASEAN
JAKARTA - Akhirnya Pemerintah menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah H...
7 Feb 2019
Hasil dari Dana Desa, 8.983 Pasar Tercipta dan 191.600 KM Jalan dalam 4 Tahun Terakhir
JAKARTA - Dampak dari Dana Desa yang digulirkan pemerintah, dalam empat tahun terakhir telah membang...
7 Feb 2019
Bicara di Acara Sarjana Ekonomi Indonesia, Gubernur BI Gagas Penguatan Ekonomi Kerakyatan
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menghadiri syukuran ulang tahun ke-6...
29 Jan 2019
Jawab Tuduhan Hashim, BRI Tegaskan Diri sebagai Pemberi Kredit Terbesar UMKM
JAKARTA (Kuwera.id) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) membantah keras pernyataan salah satu pengusaha se...
29 Jan 2019
Pengusaha Jawa Timur Dapat Dukungan Kemenlu untuk Ekspor Produk Manufaktur
SURABAYA – Salah satu organisasi yang selama ini menjadi penghubung para pengusaha di Jawa Tim...
29 Jan 2019
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019