My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Sesmenko Perekonomian: Perkuat Kapasitas SDM dan Perlindungan UMKM
Kamis, 4 Oktober 2018

Sesmenko Perekonomian: Perkuat Kapasitas SDM dan Perlindungan UMKM





JAKARTA - Pemerintah memastikan akan terus berupaya mengembangkan teknologi digital untuk menjadi kekuatan digital Asia pada tahun 2020. Berbagai kebijakan dilakukan, salah satunya dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (PNBE) atau yang biasa disebut dengan (Roadmap e-Commerce) Tahun 2017-2019.

“Saat ini dunia telah memasuki era teknologi digital, berbagai perkembangan seperti Big Data, Artificial Intellegence (AI), cloud computing, sangat berperan pada kehidupan kita saat ini, terlebih perkembangan teknologi digital sangat berbeda dari teknologi sebelumnya jauh lebih cepat, sehingga diperlukan adaptasi yang lebih cepat untuk menyesuaikan teknologi digital ini,salah satunya dengan peta jalan PNBE,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Mugiarso dalam sambutannya pada acara Sharing Session Evaluasi 1 Tahun Pelaksanaan Peta Jalan E-Commerce, Rabu (3/10), di Jakarta.
 
Peta Jalan tersebut dimaksudkan untuk memberi arahan dan langkah-langkah penyiapan dan pelaksanaan e-commerce dengan mengacu kepada empat prinsip, yaitu (a) keterbukaan bagi semua pihak; (b) kepastian dan perlindungan hukum; (c) pengutamaan dan perlindungan terhadap kepentingan nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah serta usaha pemula (start-up); dan (d) peningkatan keahlian sumber daya manusia pelaku.

Pisau bermata dua

Lebih lanjut Susiwijono mengatakan, digital sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, digital memberikan kesempatan berusaha yang beragam melalui platform economy sharing, namun di sisi lain juga dapat menciptakan kesenjangan yang lebih lebar bila tidak disertai kemampuan untuk memanfaatkannya.
 
“Oleh karena itu, setidaknya terdapat tiga rambu yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan ekonomi digital, yaitu harus mendukung kegiatan produktif, mendorong inklusivitas, dan menyelesaikan isu-isu pembangunan,” kata Susiwijono.
 
Dalam setahun berjalanan, tambah Susiwijono, sejumlah keluaran Peta Jalan e-Commerce telah berhasil diselesaikan, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaanya.
 
“Aspek utama adalah Sumber Daya Manusia yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan digital ini dengan baik, terutama para pelaku usaha, entrepreneur, literasi digital ke masyarakat umum menjadi krusial,” tutur Susiwijono.

Senada dengan Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan terdapat beberapa kendala antara lain implementasi Perpres 74/2017 yaitu pemahaman dan semangat yang belum sama.
 
“Pemahaman dan semangat Kementerian/Lembaga (K/L) belum sama dalam implementasi Perpres 74/2017 sehingga sulit membuat kesepakatn outputnya seperti apa dan memastikan implementasinya,” tutur Rudy.

Isu yang berkembang meluas ke ekonomi digital

“Beberapa isu strategis belum tercantum, seperti perlindungan data, penguatan UMKM dan produk lokal (sebagai end-game-ecommerce), cross-border e-commerce, dan barang/jasa digital,” tambah Rudy.

Sebagai informasi, selain perkembangan implementasi Peta Jalan e-Commerce, sharing session juga mendiskusikan tentang RPP Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (RPP PMSE) dan Dinamika Pengumpulan Data e-Commerce sebagai showcase output Peta Jalan. RPP PMSE yang saat ini sedang dalam proses finalisasi, mengatur tata cara (rule of the game) penyelenggaraan e-commerce di Indonesia dengan prinsip persamaan perlakuan, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta perlindungan konsumen.
 
Sebagai penutup, Susiwijono berpesan supaya koordinasi antar Kementerian/Lembaga (K/L) serta otoritas dan pelaku usaha di perkuat. Hal ini diperlukan untuk menjaga keselarasan dan regulasi oleh berbagai pihak untuk ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Turut hadir dalam kesempatan kali ini Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sri Soelistyowati, Ketut Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kemendag I Gusti Ketut Astawa, serta perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.*** (Editor: Zo)

Pemberdayaan Ekonomi
KABAR RILIS TERPOPULER
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019
Mendes PDTT: Target Program Transmigrasi Terlampaui
JAKARTA - Pembangunan program transmigrasi gencar dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai...
28 Des 2018
Target Perbaikan Flyover Cengkareng B, Selesai Dalam 8 Hari  
JAKARTA - Dalam rangka pemeliharaan berkala yang sudah terjadwal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Per...
28 Des 2018
Pascatsunami Selat Sunda, Kementerian ESDM Akan Bangun Sumur Bor Bagi Pengungsi di Lampung Selatan
LAMPUNG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun sumur bor di lokasi pengu...
28 Des 2018
Jelang Tahun Baru, Kawasan Wisata Tuk Budoyo Temanggung dan Candi Mendut Bersolek
LOSARI - Pengembangan kawasan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal seperti di...
27 Des 2018
Meski Kebutuhan Saat Natal Meningkat, Pasokan BBM Nataru Dijamin Aman
JAKARTA - Hingga 25 Desember 2018, Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat terjadinya kena...
27 Des 2018
Panel Konsultan Proyek Infrastruktur Akhirnya Terbentuk
JAKARTA - Setelah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi yang ketat, Komite Percepatan Penyedia...
21 Des 2018