My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Pemerintah Targetkan Harga Sepanjang Ramadan dan Lebaran Terjaga
Minggu, 10 Juni 2018

Pemerintah Targetkan Harga Sepanjang Ramadan dan Lebaran Terjaga





JAKARTA - Jika biasanya harga-harga naik saat puasa dan makin meninggi menjelang Lebaran, situasi lebih baik terjadi pada Ramadan dan Lebaran tahun ini. Harga pangan menjelang Lebaran 2018 dipastikan akan tetap stabil. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin takkan ada kenaikan harga pada Lebaran kali ini. 

Mendag Enggartiasto tak menampik bahwa biasanya terjadi lonjakan harga, terutama sepekan menjelang Lebaran, namun ia menyebutkan jika hal itu tak boleh terjadi pada Lebaran tahun ini.

"Mengacu pada evaluasi sebelumnya, lonjakan harga pangan terjadi pada H-8 sampai H-7 Lebaran," Enggartiasto menjelaskan. "Sampai saat ini sejumlah harga yang naik cenderung turun. Jadi kenaikan harga tidak akan terjadi dan tidak boleh terjadi. H-1 harga akan terkendali."

Keyakinan diperlihatkan Menteri Enggartiasto ditengarai tak lepas dari berbagai pihak yang juga turut membantu pekerjaannya. Terlebih pemerintah pun menciptakan Satgas Pangan, selain juga andil pemerintah daerah, termasuk Bulog, untuk memantau pergerakan harga kebutuhan dan memastikan ketersediaan stok pangan. 

Menteri Perdagangan sendiri menyempatkan pemantauan hingga ke daerah. Per Sabtu (9/6/2018) Enggartiasto bahkan telah berada di Palangka Raya bersama Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani, selain juga Penjabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wuryanto, dan Kadivre Bulog Kalteng Faizal, selain juga sejumlah pejabat lainnya.

Dalam pemantau Menteri Perdagangan di lokasi itu sendiri, dua pasar, memang terlihat ada perbedaan dari sisi harga jual bahan pangan. Pasar Besar sebagai pasar induk jauh lebih murah dibandingkan harga bahan pangan di Pasar Kahayan. Setidaknya juga terlihat bahwa harga sejumlah bahan pangan secara perlahan mulai turun meskipun masih di atas harga normal.

Dari pantauan itu terlihat harga jual bawang merah di pasar-pasar tersebut berada di kisaran Rp32 ribu sampai Rp34 ribu per kilogram, bawang putih Rp22ribu-Rp24 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting dijual antara Rp 40 ribu-Rp45 ribu per kilogram, dan cabai merah rawit antara Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per kilogram. 

Sementara harga ayam ras yang berharga normal di kisaran Rp28-Rp30 ribu, dijual degan harga Rp38-Rp42 ribu per kilogram ayam tanpa jeroan. "Kenaikan harga pangan di kedua pasar ini masih dalam kategori wajar kecuali harga ayam potong yang masih cukup tinggi karena terbatasnya pasokan," Mendag menjelaskan. 

Terkait temuan terkait harga ayam, Mendag menegaskan akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan pemerintah daerah. Ia berharap agar harga kebutuhan pokok terjangkau dan tidak langka di pasaran.

Pertemuan dengan Presiden

Sehari sebelumnya, Jumat (8/6/2018) Presiden Joko Widodo bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membahas kesiapan persediaan bahan pangan. Pertemuan itu diadakan lantaran sudah mendekati libur, sehingga presiden menginginkan agar semua pejabat terkait benar-benar siap.

"Kan besok (Sabtu, hari ini) libur, jadi beliau mengecek kesiapan kita di hari libur," kata Budi Waseso. "Tujuannya, agar jangan sampai di dalam operasi dan stabilisasi harga ini jadi terabaikan gara-gara libur."

Budi sendiri menjelaskan bahwa pengurus Bulog sendiri akan melakukan tugas jaga bergilir agar kegiatan penyediaan barang dan stabilisasi harga terus berjalan. Bulog akan mengevaluasi pasokan beras saat Idul Fitri 2018 usai lebaran. Sejauh ini ada beberapa kota yang menjadi perhatian serius pihak Bulog. Di pihak Bulog sendiri sejauh ini masih memiliki stok beras mencapai 1,5 juta ton.  Itu dinilai Budi Waseso masih stabil. "Sekarang masih stabil, seperti beras ini, daging juga. Daging stabil, stok kita banyak," katanya, menjelaskan.***

(Editor: Zo)

KABAR RILIS TERPOPULER
Jokowi Tanggapi Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Tanah Air
JAKARTA - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi 2018 mendapatkan respons posi...
7 Feb 2019
Biaya Haji Indonesia Paling Murah di ASEAN
JAKARTA - Akhirnya Pemerintah menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah H...
7 Feb 2019
Hasil dari Dana Desa, 8.983 Pasar Tercipta dan 191.600 KM Jalan dalam 4 Tahun Terakhir
JAKARTA - Dampak dari Dana Desa yang digulirkan pemerintah, dalam empat tahun terakhir telah membang...
7 Feb 2019
Bicara di Acara Sarjana Ekonomi Indonesia, Gubernur BI Gagas Penguatan Ekonomi Kerakyatan
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menghadiri syukuran ulang tahun ke-6...
29 Jan 2019
Jawab Tuduhan Hashim, BRI Tegaskan Diri sebagai Pemberi Kredit Terbesar UMKM
JAKARTA (Kuwera.id) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) membantah keras pernyataan salah satu pengusaha se...
29 Jan 2019
Pengusaha Jawa Timur Dapat Dukungan Kemenlu untuk Ekspor Produk Manufaktur
SURABAYA – Salah satu organisasi yang selama ini menjadi penghubung para pengusaha di Jawa Tim...
29 Jan 2019
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019