My Location: (Showing)
Search
Logo Kuwera.ID
Cina Ingin Beli 2 Juta Ton Produksi Kelapa Sawit Indonesia | BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,06 Persen Tertinggi Sejak 2015 | Pemerintah Upayakan Cara Terbaik Pembebasan Tanah untuk Infrastruktur | OJK Minta Keuangan Syariah Manfaatkan Teknologi Digital | Cadangan Devisa Indonesia Akhir April Sebesar 124,9 Miliar USD | Presiden Jokowi meminta masyarakat membantu mengangkat Asian Games 2018 | Tidak kurang dari 157 ribu personel gabungan siap mengamankan arus mudik Lebaran 2018 |

`
Menaker Hanif: Iklim Investasi Kondusif Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Selasa, 8 Mei 2018

Menaker Hanif: Iklim Investasi Kondusif Ciptakan Lapangan Pekerjaan





SIARAN PERS

Bekasi--Pemerintah akan terus memberikan perhatian secara serius terhadap iklim investasi yang kondusif agar penciptaan lapangan kerja meningkat dan roda ekonomi terus berputar. Indonesia memerlukan investasi karena tak bisa mengandalkan APBN semata dalam pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

"Peningkatan jumlah investasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,  membawa dampak  kesempatan kerja pun semakin bertambah dan menurunkan angka pengangguran, " Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam acara  silaturrahmi dengan 1.500 pekerja di kawasan industri PT  Panasonic Gobel Economy Indonesia (PGEI), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018).

Turut hadir  Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Wicaksono, Pimpinan Panasonic Gobel Rachmat Gobel, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI Jamsos) Haiyani Rumondang, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Maruli A. Hasoloan dan Kadisnakertrans Jawa Barat Ferry Sofwan Arief.

M. Hanif Dhakiri mengungkapkan data World Economic Forum (WEF) daya saing  Indonesia berada di peringkat ke-36 dari 137 negara-negara seluruh dunia.  Rangking tersebut naik lima peringkat dari kedudukan sebelumnya di posisi 41.

"Penyebab meningkatnya daya saing dan investasi Indonesia diantaranya adanya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,  pembangunan sumber daya manusia melalui investasi pendidikan, kesehatan, guna meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat," kata Hanif.

Menteri Hanif menyatakan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Indonesia per tahun 2014 sejumlah 463,1 triliun. Sedangkan sampai dengan akhir tahun 2017 investasi yang masuk sejumlah 692,9 triliun. "Artinya terjadi peningkatan sebesar 229.8 triliun, " kata Menaker Hanif.

Dalam kesempatan silaturrahim tersebut, Menteri Hanif memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar PT Panasonic Gobel dan investor jepang yang telah banyak berkontribusi bagi peningkatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekspor.

Sementara Rachmat Gobel menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dan komitmen membangun kualitas tenaga kerja yang kompeten. Hal itu terlihat dari 2500 karyawan, dengan tenaga ahli Jepang 30 orang atau 1,2 persen.

"Sejak 58 tahun lalu didirikan, kami komitmen membangun SDM berkualitas sebelum memproduksi barang," kata Rachmat.

Rachmat menambahkan sebagai ungkapan terimakasih kepada pemerintah yang telah mendukung Panasonic, setiap tahunnya ada 400 engineer dan teknisi produksi Indonesia, yang ditraining di Jepang dalam tiga tahun. Ada 500 lulusan SMA atau sederajat ditraining ke Jepang.

"Melalui proses training ini, interaksi tenaga ahli Jepang yang telah memiliki pengalaman dan jam kerja dengan tenaga Indonesia telah meningkatkan kualitas manusia ke sumber daya Iptek Indonesia, " katanya.

Panasonic Gobel Grup saat ini memiliki 18 ribu karyawan dengan jumlah tenaga kerja ahli dari Jepang sebanyak 99 orang atau hanya 0,55 persen. Ditambahkan Rachmat, Jepang saat ini merupakan investor kedua terbesar dalam lima tahun terakhir. Saat ini telah hadir 1500 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia selama 15 tahun terakhir. 

"Sebanyak 4,7 juta lapangan kerja tercipta dan 93,3 persen adalah TKI dan 6,7 persen tenaga ahli Jepang, " kata Rachmat.

Biro Humas Kemnaker

KABAR RILIS TERPOPULER
BPOM Torehkan Prestasi hingga ke Luar Negeri
JAKARTA - Di antara berbagai badan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun tampaknya ...
15 Jan 2019
Pusat Gambut Tropis Ditargetkan Resmi Berdiri Sebelum Akhir 2019
BOGOR - Peresmian dan peluncuran Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatl...
15 Jan 2019
Awal 2019, 146 Kota Jadi Sasaran Penghargaan Adipura
JAKARTA - Program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong ...
15 Jan 2019
BNI Jadi Bank Pertama Go Live SWIFT GPI di Indonesia
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan volume transaksi remitansi seb...
9 Jan 2019
Mendes PDTT: Target Program Transmigrasi Terlampaui
JAKARTA - Pembangunan program transmigrasi gencar dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai...
28 Des 2018
Target Perbaikan Flyover Cengkareng B, Selesai Dalam 8 Hari  
JAKARTA - Dalam rangka pemeliharaan berkala yang sudah terjadwal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Per...
28 Des 2018
Pascatsunami Selat Sunda, Kementerian ESDM Akan Bangun Sumur Bor Bagi Pengungsi di Lampung Selatan
LAMPUNG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun sumur bor di lokasi pengu...
28 Des 2018
Jelang Tahun Baru, Kawasan Wisata Tuk Budoyo Temanggung dan Candi Mendut Bersolek
LOSARI - Pengembangan kawasan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal seperti di...
27 Des 2018
Meski Kebutuhan Saat Natal Meningkat, Pasokan BBM Nataru Dijamin Aman
JAKARTA - Hingga 25 Desember 2018, Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat terjadinya kena...
27 Des 2018
Panel Konsultan Proyek Infrastruktur Akhirnya Terbentuk
JAKARTA - Setelah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi yang ketat, Komite Percepatan Penyedia...
21 Des 2018